Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Sukseskan Rekor Muri Sejuta Akseptor, Puskesmas se-Kubar Serentak Laksanakan Pelayanan KB

Melalui pelayanan KB serentak ini, masyarakat terus diingatkan akan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dimasa Pandemi Covid-19,

HUMASKAB KUBAR
Lina Claudia SH MSi, Kasi Penggerakan, Advokasi dan KIE Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kutai Barat. 

SENDAWAR - Sebagai momentum untuk menghidupkan fungsi-fungsi ideal dalam sebuah keluarga, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kubar memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVII 2020 setiap 29 Juni.

Kepala Seksi Penggerakan, Advokasi dan KIE, Lina Claudia SH M Si menuturkan, Harganas merupakan ajang untuk menggelorakan dan mensosialisasikan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera.

“Keluarga mempunyai peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara,” ujarnya, Kamis (24/6/2020).

Lina Claudia menjelaskan, tahun 2020 dalam situasi Pandemi Covid-19, Peringatan Harganas dilakukan secara sederhana dengan memberikan Pelayanan KB kepada masyarakat. Pelayanan KB dilakukan secara serentak pada 29 Juni 2020 di setiap puskesmas di 16 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Bertepatan dengan itu pula Pelayanan KB 1.000.000 akseptor dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Republik Indonesia yang akan dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri)). Tentu saja dengan tetap memperhatikan standar protokol pencegah penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui pelayanan KB serentak ini, masyarakat terus diingatkan akan pentingnya penggunaan alat kontrasepsi dimasa Pandemi Covid-19, agar penggunaan alat kontrasepsi jangan sampai terputus, dalam rangka mengantisipasi terjadinya kehamilan di luar program KB karena dampak Covid-19.

Hal ini senada dengan gerakan inovatif Perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim “Gerakan Cegah Putus Pakai Pemakaian Kontrasepsi di Masa Pandemi Covid-19” dengan mensosialisaikan media Call Center KB sebagai wadah konseling kesehatan reproduksi dan pelayanan KB dimasa pandemi Covid-19 melalui layanan telepon.
Lina Claudia menambahkan, peringatan Harganas dimulai sejak tahun 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaannya di tengah situasi yang belum kondusif.

Bahkan untuk mempertahankannya, diberlakukanlah wajib militer bagi rakyat, menjadikan mereka berpisah dengan keluarga tercinta.

Pada 22 Juni 1949, Belanda menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Seminggu kemudian tepatnya 29 Juni 1949, para pejuang kembali kepada keluarga tercintanya. Inilah yang melandasi lahirnya Harganas.

Pada saat itu pengetahuan keluarga tentang usia nikah amat rendah, mengakibatkan perkawinan dini tinggi. Kesiapan yang kurang saat menikah dini sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi pada waktu itu.

Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga diharapkan menjadi sumber yang menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Peringatan Harganas pertamakali dicanangkan oleh Presiden Soeharto di Provinsi Lampung pada 29 Juni 1993. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ketika itu menjadi pelopor Hari Keluarga Nasional sejak 2014. Harganas mendapat legalitas pada 15 September 2014 melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 tahun 2014, 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasional dan bukan hari libur. Tahun 2020 ini, peringatan Harganas memasuki usianya yang ke-27 tahun.(adv/hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved