New Normal di PPU

Alat Rapid Test Belum Tiba, Dinkes Penajam Paser Utara Nilai tak Masalah Dipakai Setelah New Normal

Hingga saat ini sekitar 12.000 alat rapid test yang dipesan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara ( Pemkab PPU) tak kunjung tiba di Penajam

TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Kepala Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara atau Dinkes PPU, dr Arnold Wayong pada Selasa, (30/6/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Hingga saat ini sekitar 12.000 alat rapid test yang dipesan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara ( Pemkab PPU) tak kunjung tiba di Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.

Bahkan, pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga sampai saat ini terus menanyakan perkembangan pendistribusian atal rapid test tersebut.

“Waktunya juga belum habis, kita masih terus tanyakan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara atau Dinkes PPU, dr Arnold Wayong pada Selasa, (30/6/2020).

Arnold mengatakan, rapid test tersebut merupakan alat untuk mendeteksi dini sehingga walaupun kondisi new normal masih tetap bisa dilakukan rapid test.

Baca Juga: Tingkat Kepatuhan Sertakan Dokumen PCR di Balikpapan Masih 41 Persen, Waspadai Penumpang Pelabuhan 

Baca Juga: Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Strategi Grand Tjokro Balikpapan Jual Kamar Sampai Mitigasi Finance

“Tetap bisa dilakukan walau sudah masuk new normal,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co.

Ia menjelaskan, rapid test tersebut rencananya akan dilakukan tak hanya untuk kalangan ASN atau Petugas saja, melainkan juga untuk masyarakat secara umum.

“Untuk semua masyarakat yang memang memenuhi kategori untuk di rapid test,” jelasnya.

Baca Juga: Keuangan Daerah Sulit, Walikota Balikpapan Harap Persentase Dana Bagi Hasil Ditinjau Ulang

Baca Juga: Kabar Hoaks Jukir dan Pedagang di Pandansari Balikpapan Positif Covid-19, Omset Penjualan Turun

Ia menambahkan, alat rapid test tersebut sudah di pesan sejak dua bulan lalu dan ditargetkan akan tiba sekitar bulan Juli nanti.

“Kalau yang alat rapid test 1.000 dari provinsi sudah ada dengan kita, tapi itu untuk kebutuhan yang mendesak atau prioritas, seperti dikategori yang terjangkit dulu,” pungkasnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved