Daftar Terbaru 15 Orang Terkaya Indonesia, Ada Duo Hartono, Chairul Tandjung, Covid-19 Tak Pengaruh

Simak daftar terbaru 15 orang terkaya Indonesia, ada duo Hartono, Chairul Tandjung, covid-19 tak pengaruh

Warta Kota/henry lopulalan
Ilustrasi harta kekayaan 

12. Djoko Susanto 1,4 miliar dollar AS setara Rp 19,88 triliun.

13. Murdaya Poo 1,2 miliar dollar AS setara Rp 17,4 triliun.

14. Winarko Sulistyo 1,2 miliar dollar AS setara Rp 17,4 triliun.

15. Alexander Tedja 1 miliar dollar AS setara Rp 14,2 triliun.

Demam 100 Hari, Batuk dan Kelelahan, Waspada Gejala Baru Virus Corona, Simak Penjelasan Dokter

Sri Mulyani Antisipasi Defisit

Menurut Sri Mulyani, Pemerintah telah mengantisipasi peningkatan defisit negara akibat adanya wabah covid-19 yang melanda Indonesia.

Selain melalui efisiensi anggaran yang dimiliki, Pemerintah juga telah melakukan pinjaman pada beberapa negara lain dan sejumlah lembaga multilateral.

Bahkan negara seperti Australia, sempat menghubungi Menteri Keuangan tersebut untuk ditawari bantuan berupa pinjaman atau utang.

Dilansir KOMPASTV, Kamis (14/5/2020), Sri Mulyani menuturkan bahwa untuk membiayai belanja di masa pandemi, negara telah melaksanakan beberapa strategi keuangan.

Strategi ini untuk menanggulangi defisit belanja negara yang kini mencapai 5 persen, setelah sebelumnya hanya sebesar 1,76 persen.

Menurut Sri Mulyani, kekurangan defisit hingga 5 persen ini, bila dirupiahkan bisa mencapai jumlah lebih dari Rp 500 triliun.

Besaran ini digunakan untuk menanggulangi dampak dari pandemi seperti peningkatan kesehatan dan pemberian bantuan sosial.

"Begitu kita antisipasi bahwa defisitnya meningkat karena tadi kebutuhan belanja naik dan penerimaan kita turun, kita pembiayaannya kemudian mencari," ujar Sri Mulyani.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Pemerintah utamanya mengambil biaya dari semua dana yang masih dimiliki Pemerintah sendiri.

Asal pembiayaan tersebut antara lain dari sisa anggaran lebih negara yang ada di Bank Indonesia, dan juga menggunakan dana-dana abadi.

"Dana abadi itu kalau dipakai bukan berarti ilang, kita pakai pinjem, untuk dia membiayai deviden, dia membeli surat berharga negara," terang Sri Mulyani.

Selain menggunakan dana dari kantong sendiri, Pemerintah juga mengambil dana dari sumber lain, seperti misalnya pinjaman.

Refly Harun Bongkar Penyebab Kinerja Menteri Jokowi Tak Efektif, Presiden Tak Terapkan Sistem Ini

"Kemudian kita juga menggunakan dana-dana yang ada dalam resource yang ada," tutur Sri Mulyani.

"Kita kemudian ada pinjeman yang berasal dari bilateral, Australia kemarin telepon 'Kamu perlu nggak saya pinjemin tambahan', Jepang, Perancis."

"Mereka semuanya dalam posisi untuk kemudian kita menggunakan dari lembaga multilateral," imbuhnya.

Pandemi yang telah melanda hampir seluruh negara di dunia ini, membuat semua pihak untuk berusaha saling membantu agar wabah covid-19 ini bisa segera selesai.

"Semuanya mereka ingin membantu, dalam situasi seperti ini lembaga-lembaga ini mandatnya adalah ingin membantu negara anggota," kata Sri Mulyani.

"Indonesia termasuk negara anggota di situ, jadi mereka akan menambahkan, jadi kita sudah menambahkan sekarang jumlah yang bisa kita tarik dari lembaga-lembaga tersebut," tandasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kian Tajir di Tengah Pandemi, Ini 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Terbaru", https://money.kompas.com/read/2020/06/29/114000826/kian-tajir-di-tengah-pandemi-ini-15-orang-paling-kaya-di-indonesia-terbaru.

Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved