Breaking News:

Virus Corona

Kabar Gembira Dibalik Tingginya Kasus Virus Corona di Surabaya, Jajaran Risma Beber Soal ODP dan PDP

Simak kabar gembira dibalik tingginya kasus Virus Corona di Surabaya, jajaran Risma beber soal ODP dan PDP

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Tangkapan layar via Kompas.com/Faizal
Jenazah tertukar di Surabaya 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak kabar gembira dibalik tingginya kasus Virus Corona di Surabaya, jajaran Risma beber soal ODP dan PDP.

Surabaya menjadi sorotan setelah Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kasus Virus Corona tertinggi di Indonesia.

Hampir separuh kasus covid-19 di Jawa Timur berasal dari daerah yang dipimpin Tri Rismaharini atau Risma, ini.

Meski demikian, ada kabar gembira mengenai kesembuhan pasien covid-19, plus ODP dan PDP.

Tren kesembuhan pasien positif covid-19 di Kota Surabaya, Jawa Timur, terus meningkat.

Setiap hari, terdapat puluhan hingga ratusan pasien sembuh.

 Anak Buah Risma Bongkar Fakta Baru Penularan Virus Corona di Surabaya, Menyangkut Orang Kaya

 Satu Dokter Positif Corona di Tarakan tak Pernah Layani Pasien Covid-19, 30 Rekannya Akan Dites Swab

 Karti Berjualan Salome di Balikpapan Tidak Takut Corona, Ikut Test Swab Hilangkan Rasa Penasaran

 Rapat dengan Pertamina, Alex Noerdin Mendadak Umumkan 10 Orang Positif Corona di Gedung DPR

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, sebanyak 76 pasien sembuh dari covid-19 pada Senin (29/6/2020).

Dari jumlah itu, sebanyak delapan orang merupakan pasien karantina mandiri dan delapan pasien rawat inap di rumah sakit.

Sisanya, 60 pasien sembuh berasal dari Hotel Asrama Haji Surabaya.

"Kesembuhan (pasien) di Asrama Haji sampai sejauh ini masih tertinggi, karena mereka (pasien) berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG)," kata Febria di Balai Kota Surabaya, Selasa (30/6/2020).

Tambahan itu membuat jumlah pasien sembuh dari covid-19 di Surabaya mencapai 2.314 orang.

Tingginya tren kesembuhan di Hotel Asrama Haji membuat tempat tidur banyak yang kosong.

Sebanyak 400 dari 500 tempat tidur yang disediakan terisi pasien.

"Artinya sekitar 100 bed yang masih tersedia.

Tapi angkanya terus bergerak," kata dia.

Febria menjelaskan, tidak hanya pasien positif covid-19 yang terus dipantau.

Tapi, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP) juga menjadi prioritas.

Hingga saat ini, sebanyak 4.402 ODP tercatat di Surabaya.

"Sedangkan yang masih kami pantau jumlahnya tinggal 420 orang.

Sisanya sudah selesai kami pantau," ujar Febria.

Sementara itu, jumlah PDP hingga hari ini sebanyak 4.962 orang.

Sebanyak 2.503 PDP masih diawasi.

Pasien ini terdiri dari pasien yang menjalani isolasi mandiri maupun rawat inap di rumah sakit.

"Jumlah pasien PDP yang masih kami pantau, ada 1.361 orang yang rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit 1.142 pasien," kata Febria.

Aksi sujud Risma di mata pengamat

Pengamat Komunikasi Politik, Hendri Satrio memberikan komentar menohok menyikapi aksi Tri Rismaharini alias Risma sujud di kaki Dokter.

Sebelumnya, Risma melakukan sujud dan menangis di kaki seorang dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo.

Hal itu terjadi dalam pertemuan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6/2020).

 Saat Risma Sujud di Kaki Dokter, Khofifah Jalankan Amanat Jokowi di Surabaya, Tekan covid-19

 RSUD Dr Soetomo Bantah Pengakuan Risma Tak Bisa Berkomunikasi Tangani covid-19 di Surabaya

 Reaksi Dokter di Surabaya saat Risma Tiba-tiba Sujud di Kakinya hingga Menangis

Dilansir TribunWow.com,Hendri Satrio menilai apa yang dilakukan oleh Risma adalah suatu tindakan berlebihan.

Menurutnya, tidak sepantasnya Risma melakukan sikap seperti itu.

Hal ini disampaikan dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Senin (29/6/2020).

"Saya harus mengatakan ini Beliau agak berlebihan ya dengan melakukan itu," ujar Hendri.

Hendri mengakui bahwa sikap yang dilakukan oleh Risma menggambarkan kekecewaan yang mendalam terkait penanganan Virus Corona di Surabaya.

Namun dikatakannya bahwa solusi yang tepat adalah bukan bersujud sambil menangis-nangis.

Menurutnya, Risma seharusnya bisa menunjukkan dengan mengeluarkan kebijakan yang lebih baik dan untuk melakukan perbaikan.

"Memang penyesalan yang dilakukan oleh beliau terlihat dalam memang, tetapi cara menyikapinya menurut saya harusnya tidak dengan seperti itu," jelasnya.

"Tetapi dengan langsung mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bisa mengubah hasil dan mengubah prosedur dari penanganan covid itu sendiri," imbuhnya.

Hendri mengatakan tindakan seperti itu akan jauh lebih baik dibandingkan harus sampai bersujud dan menangis-nangis.

Dengan begitu maka masyarakat Surabaya khususnya bisa tetap pada fokus utamanya yakni perbaikan penanganan covid-19.

 4 Fakta dan Video Detik-detik Walikota Risma Sujud dan Menangis di Kaki Dokter, Jadi Trending Topic

Tetapi dengan apa yang sudah dilakukan oleh Risma, maka fokus dari masyarakat justru terhadap hal lainnya yang menyangkut gestur dari Wali Kota Petahana tersebut.

"Sebetulnya hal itu jauh lebih baik dilakukan daripada kemudian membuat masyarakat berbicara tentang poin lain," terangnya.

"Bukan poin inti dari permasalahan penanganan di Surabaya," imbuhnya.

"Akhirnya sekarang kita berbincang tentang perilaku, tentang gestur, tentang komunikasi yang dilakukan oleh Bu Risma," jelas Hendri.

Terlebih gestur yang ditunjukkan oleh Risma dihubung-hubungkan dengan adanya perbedaan kebijakan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dirinya kemudian beranggapan bahwa ketika pada saat itu Risma melakukan tindakan yang lebih bijak maka masyarakat tidak akan berbicara tentang hal itu.

"Tapi kalau misalnya pada saat disampaikan dia langsung mengatakan bahwa dia akan segera memperbaiki prosedur yang ada di Surabaya sehingga penanganan covid di Surabaya lebih baik,"

"Pasti masyarakat tidak berbicara ke arah sana," pungkasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tren Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya Meningkat, Jumlah ODP dan PDP Menurun", https://regional.kompas.com/read/2020/06/30/18111871/tren-kesembuhan-pasien-covid-19-di-surabaya-meningkat-jumlah-odp-dan-pdp?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved