Ketua DPRD Sidak di Simpang Maut RSUD Bontang, Dishub Sebut Sudah Punya Format Baru

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam ditemani wakilnya Agus Haris melakukan inspeksi mendadak ( sidak ) di turunan simpang 3 RSUD Bontang

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam ditemani wakilnya Agus Haris melakukan inspeksi mendadak ( sidak ) di simpang 3 RSUD Bontang Jalan S Parman, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam ditemani wakilnya Agus Haris melakukan inspeksi mendadak ( sidak ) di turunan simpang 3 RSUD Bontang, Selasa (30/6/2020) tepatnya di Jalan Poros Bontang - Sangata, Kalimantan Timur.

Diketahui, turunan simpang 3 RSUD Taman Husada Bontang tersebut sudah banyak memakan korban jiwa. Terakhir awal Maret lalu dengan total korban jiwa sebanyak 3 orang.

"Menurut pengamatan kami, banyak kecemasan masyarakat akan rekayasa arus lalu lintas di simpang RSUD. Mengingat di simpang sini banyak nyawa yang melayang," kata Andi Faiz di sela sidak berlangsung.

Ditambahkannya, sidak tersebut sebagai fungsi pengawasan DPRD Bontang memantau progres perencanaan rekayasa lalu lintas yang dirumuskan Dinas Perhubungan.

Baca Juga: Keuangan Daerah Sulit, Walikota Balikpapan Harap Persentase Dana Bagi Hasil Ditinjau Ulang

Baca Juga: Kabar Hoaks Jukir dan Pedagang di Pandansari Balikpapan Positif Covid-19, Omset Penjualan Turun

Sebab itu dalam sidak tersebut pihaknya memanggil Dishub Bontang. Hadir dalam kegiatan tersebut Kadishub Kamilan.

Banyak masukan dari masyarakat. Arus begitu kencang di atas, tanpa ada pemisahan kendaraan yang keluar masuk di RSUD.

"Makanya kami minta penjelasan tentang rekayasa yang baik. Alhmadulillah, Dishub punya format dan desain baru untuk menekan korban nyawa," ungkapnya.

Kondisi turunan simpang 3 RSUD Taman Husada Bontang tersebut sudah banyak memakan korban jiwa. Terakhir awal Maret lalu dengan total korban jiwa sebanyak 3 orang.
Kondisi turunan simpang 3 RSUD Taman Husada Bontang tersebut sudah banyak memakan korban jiwa. Terakhir awal Maret lalu dengan total korban jiwa sebanyak 3 orang. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI)

Untuk sementara, Andi Faiz mengusulkan untun perbanyak rambu peringatan apabila hendak melakukan pembelahan jalur, menuju arah kota mapun Bontang Lestari.

Baca Juga: Tingkat Kepatuhan Sertakan Dokumen PCR di Balikpapan Masih 41 Persen, Waspadai Penumpang Pelabuhan 

Baca Juga: Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Strategi Grand Tjokro Balikpapan Jual Kamar Sampai Mitigasi Finance

"Tapi lebih banyak rambu di atas. Karena ini turunan. Jadi kita peringatkan masyarakat tak terlalu ngebut. Dari atas kita kinta mobil dan motor dipisah, mengurangi resiko kecelakaan," ujarnya.

( TribunKaltim.co/Fachri )

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved