News Video

NEWS VIDEO Bea dan Cukai Serta TNI-Polri Berhasil Gagalkan Penyeludupan Kosmetik Ilegal

Kasus penyeludupan kosmetik ilegal kembali terjadi di wilayah Kalimantan Timur khususnya di kota Balikpapan.

Penulis: Zainul | Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus penyeludupan kosmetik ilegal kembali terjadi di wilayah Kalimantan Timur khususnya di kota Balikpapan.

Hal itu terungkap setelah tim gabungan dari Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) kota Balikpapan bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kanwil Kalbangtim.

Polresta Balikpapan dan Lanal Balikpapan berhasil menggagalkan penyelundupan kosmetik ilegal asal Malaysia pada Rabu kemarin (24/6/2020).

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa 18 item kosmetik ilegal  berbagai jenis dengan jumlah keseluruhan mencapai 2.273 pcs.

Kepala Loka POM di Kota Balikpapan Dra. Sumiaty Haslinda, Apt membeberkan pengungkapan tersebut bermula adanya informasi yang diterima dari masyarakat terkait maraknya penjualan kosmetik ilegal di mana adanya produk kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE).

kepada media ini mengatakan bahwa ada empat orang yang dimintai keterangan terkait aktivitas jual beli kosmetik ilegal tersebut.

" Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat kemudian kami berkoordinasi bekerjasama dengan jajaran terkait melakukan penyelidikan," katanya saat ditemui Tribunkaltim di Kantor Loka POM Balikpapan Jl. Telagasari Balikpapan Kota. Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut Ia menuturkan ada 4 orang yang diduga pemilik kosmetik ilegal tersebut telah dimintai keterangan dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan yang berwajib.

"Ada empat orang yang kami mintai keterangan yang mana keempatnya dan sedang kami dalami apakah saling terkait atau tidak," lanjutnya

Dia menuturkan bahwa aktivitas ilegal tersebut dengan modus jual beli online di mana dalam pengiriman dari Malaysia ke Indonesia menggunakan jalur laut maupun udara.

"Masuknya dari Provinsi Kalimantan Utara lalu ke Balikpapan. Adapun produk kosmetik ilegal tersebut dikirim melalui perusahaan jasa pengiriman barang,"bebernya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa produk kosmetik tersebut adalah ilegal lantaran belum mempunyai izin dari Badan POM.

" Kalau dilihat seharusnya mempunyai izin edar BPOM jadi artinya ketika sudah memiliki izin edar maka sudah kami uji terkait mutu kalau seperti ini masuk ilegal Badan POM belum melakukan uji daripada mutu kosmetik tersebut,"tegasnya

Terkait status kepemilikan lanjut Sumiaty belum dapat membeberkan lebih detail karena masih dalam pengembangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved