Breaking News:

Restrukturisasi Kredit Perbankan Bagi Pelaku UMKM Bank Kaltimtara Capai Rp 225,3 M

Sejumlah bank syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memberlakukan kebijakan relaksasi penundaan bayar cicilan kred

Penulis: Heriani AM | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
ilustrasi pelaku UMKM di Balikpapan. Total nasabah Bank Kaltimtara sebanyak 11,99 % yang mengajukan relaksasi keringanan kredit adalah pelaku UMKM. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Sejumlah bank syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) memberlakukan kebijakan relaksasi penundaan bayar cicilan kredit kepada nasabah sejak akhir Maret 2020 lalu.

Hal ini sejalan dengan kebijakan otoritas guna menghadapi tekanan ekonomi di tengah penyebaran Virus Corona atau covid-19.

Hal ini pun sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, agar ada kelonggaran kredit bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi covid-19 atau Virus Corona.

Arahan tersebut diturunkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.

Pemberian stimulus keringanan kredit diberikan kepada debitur di segmen UMKM dan non UMKM.

Di Kalimantan Timur, khusus UMKM sebagai industri yang berdampak sangat signifikan akibat Virus Corona, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Utara atau Bank Kaltimtara mencatat per 24 Juni 2020, pelaku UMKM yang mendapat fasilitas relaksasi sebanyak 310 debitur.

Baca juga: 4 Fakta dan Video Detik-detik Walikota Risma Sujud dan Menangis di Kaki Dokter, Jadi Trending Topic

Baca juga: Laporannya Ditolak Kasat Reskrim, Anak Kandung yang Ingin Penjarakan Ibunya Dikabarkan Lapor Polda

"Dengan total outstanding Rp 225.358.261.707 atau Rp 225,3 miliar," ujar Pemimpin Departemen Korporasi Bank Kaltimtara, Iwan Haryanto, Selasa (30/6/2020).

Khusus di Balikpapan, ada sebanyak 75 debitur sudah mendapat restrukturisasi dengan total outstanding Rp 5.522.445.282 atau Rp 5,5 miliar.

Angka ini cukup besar. Iwan menambahkan, dari total nasabah Bank Kaltimtara sebanyak 11,99 % yang mengajukan relaksasi keringanan kredit adalah pelaku UMKM.

"Angka ini sifatnya tidak statis, dan sementara masih terus bertambah," tuturnya.

Diketahui, mewabahnya Virus Corona di Indonesia sejak pertengahan Februari lalu, membawa dampak terhadap sektor perekonomian, salah satu bidang yang paling terdampak adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Secara nasional, dengan jumlah sekitar 62,4 juta unit, tidak heran jika UMKM kini jadi yang paling banyak berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia, yaitu sekitar 97% dari total tenaga kerja nasional.

Hal ini tentu memberikan bukti bahwa UMKM merupakan salah satu bidang yang sangat potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara.

Sehingga pemerintah mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan para pelaku UMKM, salah satunya dengan memberi kebijakan keringanan kredit perbankan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved