Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Persiapan PON Papua, Rusman: Perlu Program Khusus Kembalikan Semangat Atlet Pascapandemi

diundurnya pelaksanaan PON yang tadinya Tahun 2020 menjadi 2021sedikit banyak mempengaruhi semangat atlet

HUMAS DPRD KALTIM
RDP DENGAN KONI - Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kaltim terkait kesiapan dan dukungan keikutsertaan Kaltim pada PON di Papua, Rabu (1/7/2020). Pelasaknaan PON yang semula dijadwalkan tahun 2020, diundur menjadi tahun 2021 karena pandemi Covid-19. 

SAMARINDA - Komisi IV DPRD Kaltim mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim terkait kesiapan keikutsertaan Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua, Rabu (1/7/2020).

Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya mengatakan total jumlah atlet yang akan diturunkan berjumlah 391 orang.

Menurutnya, dengan mengaca kepada pelaksanaan pra PON 2019 Kaltim menduduki posisi empat besar dan pelaksanaan PON 2018 yang juga mendapatkan posisi strategis maka wajar optimis Kaltim bisa lebih baik.

Kesiapan, menurut Zuhdi, terus dilakukan bahkan termasuk di masa pandemi covid-19 atlet tetap melakukan latihan rutin dengan memperhatikan protokol kesehatan. Evaluasi program di seluruh bidang dilakukan secara berkala.

"Dimasa pandemi latihan di rumah masing-masing karena kontak fisik tidak diperbolehkan. Sedangkan untuk cabor yang dalam latihan memerlukan pasangan seperti gulat misalnya itu menggunakan boneka atau patung dengan bahan standar olahraga,"tuturnya.

Selain itu program peningkatan kualitas akan dilakukan seperti rekrutmen dan peningkatan SDM pelatih, program dukungan dan layanan peralatan latihan, peningkatan skil teknik dan fisik atlet dan lainnya.

Ia mengaku diperlukan dukungan anggaran yang memadai, APBD Kaltim Tahun 2020 Rp 89 miliar dan setelah dirasionalisasi menjadi Rp 19,590 miliar. Terkait pencairan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sudah dilakukan sebesar Rp 13,713 miliar.

"Pencairan tahap kedua menunggu realisasi atau penyerapan anggaran tahap pertama yang minimal sudah 70 persen. Ini masih proses dan tidak dalam waktu lama akan dilakukan," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya'qub mengatakan diundurnya pelaksanaan PON yang tadinya Tahun 2020 menjadi 2021 kemudian ditambah dengan pelatihan dimasa pandemi tentu sedikit banyak mempengaruhi semangat para atlet.

Oleh sebab itu pihaknya mengharapkan agar kondisi atlet menjadi lebih maksimal agar membuat program latihan yang lebih efektif dan efesien dengan tetap menyesuaikan protokol kesehatan new normal.

"Dalam waktu dekat Banggar dan Tim Anggaran Pemprov Kaltim akan membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2020 sehingga aspirasi ini yang akan disampaikan untuk diperjuangkan," Rusman didampingi Jawad Sirajuddin dan Abdul Kadir Tappa.

Kendati demikian, seluruh pihak diminta untuk memahami bahwa pendapatan Kaltim mengalami penurunan secara drastis karena masa pandemi yang memberikan efek pada seluruh sektor khususnya perekonomian.

"Tidak bisa dipungkiri anggaran mempengaruhi prestasi sebab berkaitan erat dengan misalnya sarana dan prasarana, mendangkan pelatih yang profesional, pemenuhan gizi dan vitamin para atlet,dan lainnya itu semua memerlukan biaya," tegasnya.(advertorial)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved