Breaking News:

Jakop HS Mantan Polisi Tertembak di Kaki, Serang Petugas Pakai Parang, Diringkus Saat Pesta Sabu

Jakop HS (48), seorang mantan polisi ditangkap saat sedang pesta narkoba jenis sabu dengan dua rekannya di Jalan Bukit Barisan, Gang Pandan, Medan

(KOMPAS.COM/DEWANTORO)
Jakop HS (48) mengaku reflek saat mengangkat garukan sampah ke arah polisi yang akan menangkapnya. Mantan polisi ini ditangkap polisi pada Jumat (3/7/2020) karena memakai sabu dengan 2 rekannya. 

TRIBUNKALTIM.CO, MEDAN - Mantan polisi ini bernasib tragis. Pesta sabu bersama dua rekannya, diringkus dan tertembak di kaki, kini harus mendekam di sel tahanan.

Jakop HS (48), seorang mantan polisi ditangkap saat sedang pesta narkoba jenis sabu dengan dua rekannya di Jalan Bukit Barisan, Gang Pandan, Medan, Jumat (3/7/2020).  Awalnya, polisi mendapatkan laporan dari masyarakat ada tiga orang laki-laki yang memakai narkoba jenis sabu di Jalan Bukit Barisan.

Petugas lalu turun ke lapangan untuk memastikan informasi itu. Polisi pun meringkus Jakop bersama dua rekannya, M Hus (42) dan Pramudia Ternando (29). Saat ditangkap petugas, Jakop sempat melakukan perlawanan sebanyak dua kali.

Pertama, Jakop mencoba menyerang petugas dengan alat penggaruk sampah. "Petugas memberikan tembakan peringatan, dan pelaku meletakkan garukan sampah yang dipegangnya," kata Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin di Polsek Medan Timur, Jumat.

Petugas pun menggeledah lokasi tersebut. Saat polisi menemukan barang bukti, Jakop kembali menyerang menggunakan parang. Polisi pun terpaksa menembak kaki Jakop.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa sisa narkoba jenis sabu yang belum dipakai, alat hisap, garukan sampah, parang, dan satu sepeda motor.

 Baca juga; NEWS VIDEO Sebanyak 13 anak di bawah umur diduga sedang melakukan pesta sabu

Baca juga; Jalani Tes Urin, 10 Remaja Samarinda Masih di Bawah Umur Positif Narkoba, Diduga Usai Pesta Sabu

Mantan Polisi

Arifin mengatakan, Jakop merupakan mantan polisi dengan pangkat terakhir briptu.
Jakop dipecat sebagai anggota Polri karena terjerat kasus pencurian dan desersi pada 2015. Saat itu, Jakop bertugas di Polres Simalungun.

Pada 2018, Jakop kembali mendekam dalam penjara karena kasus narkoba. Ia dipenjara selama dua tahun dan bebas pada Desember 2019.

"Pelaku dipersangkakan dengan Pasal 114 Ayat (1) Subs 112 Ayat (1) juncto 132 Subs 127 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Untuk Jakop juga dipersangkakan dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951," jelas Arifin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mantan Polisi Diringkus Saat Pesta Sabu, Sempat Melawan Pakai Parang"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved