Pemkot Awasi Ketat Peredaran Komoditi Jamur Enoki di Balikpapan, Tak Berizin Langsung Ditarik

Belum reda wabah Corona atau covid-19, ada kasus baru yang juga menarik perhatian dunia karena bahayanya untuk kesehatan.

SHUTTERSTOCK/K321
llustrasi jamur enoki. Beruntung di Indonesia termasuk Kota Balikpapan Kalimantan Timur belum ada kasus akibat dari bakteri dari jamur enoki ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Belum reda wabah Corona atau covid-19, ada kasus baru yang juga menarik perhatian dunia karena bahayanya untuk kesehatan.

Hal ini berkaitan dengan jamur enoki yang mengakibatkan wabah listeria yang berdampak sangat serius pada kesehatan.

Khususnya untuk wanita hamil, lansia, atau orang yang memiliki sistem imun yang lemah.

Hal yang meresahkan adalah karena tidak ada gejala langsung di awal setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung bakteri listeria ini.

Baca Juga: Hasil Rapid Test Karyawan Borneo Bay City Balikpapan, Jalankan SOP Sesuai Protokol Covid-19

Baca Juga: Komentari OTT KPK, Ketua Nasdem Kaltim: Kurang Apa Lagi Coba jadi Bupati, Istri Ketua DPRD Kutim

Justru gejala seperti demam, nyeri otot dan sendi, pusing, sampai diare akan terjadi setelah 30 hari.

Beruntung di Indonesia termasuk Kota Balikpapan Kalimantan Timur belum ada kasus akibat dari bakteri dari jamur enoki ini.

Namun sebagai pencegahan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan mengeluarkan kebijakan menarik perdagangan jamur enoki di sejumlah supermarket dan pusat perbelanjaan.

Ini menindaklanjuti kebijakan dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian yang mengeluarkan edaran penarikan dan pemusnahan jamur enoki impor dari Green Co. Ltd, Korea Selatan.

Halaman
1234
Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved