Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Sempat Terhenti karena Pandemik, Pemerintah akan Lanjutkan Rehab Rumah 190 KK Lewat BSPS

Bantuan yang dari pemerintah pusat ditujukan kepada 120 kepala keluarga yang ada di Kecamatan Biduk-biduk tepatnya di tiga kampung.

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB BERAU
BANTUAN REHAB - Kondisi sejumlah rumah warga yang dibantu rehab di Kabupaten Berau. Pemerintah kembali akan melanjutkan bantuan rehab itu tahun 2020 melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

TANJUNG REDEB - Pada tahun ini pemerintah kembali menjalankan progam bantuan stimulant perumahan swadaya (BSPS) kepada masyarakat. Di Kabupaten Berau program berupa rehab rumah ini ditujukan kepada 190 kepala keluarga yang tersebar di beberapa kampung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Berau, Yudi Artangali menjelaskan, BSPS ini merupakan program dari kabupaten, provinsi dan pusat. Bantuan yang dari pemerintah pusat ditujukan kepada 120 kepala keluarga yang ada di Kecamatan Biduk-biduk tepatnya di tiga kampung.

Sementara bantuan dari provinsi sebanyak 60 kepala keluarga yang berada di Kelurahan Gunung Tabur 39 dan Kelurahan Sambaliung 21. Kemudian bantuan dari Pemkab Berau sebanyak 10 di Kampung Merancang Ilir. “Ini merupakan program rutin setiap tahun,” jelasnya.

Saat ini program BSPS sedang dalam proses. Yudi mengakui bahwa ada keterlambatan dalam menjalankan program ini. Faktornya karena pandemic covid-19. Namun ia memastikan pada bulan September mendatang program ini sudah bisa dirasakan oleh masyarakat penerima batnuan.

“Kita berharap semuanya berjalan tepat waktu dan sesuai perencanaan. Sehingga masyarakat yang rumahnya tidak layak lagi bisa secepatnya diperbaiki,” katanya.

Dalam bantuan rehab rumah ini, pemerintah menyediakan anggaran senilai Rp 17,5 juta per rumah. Realisasinya yaitu pemerintah memberikan bantuan material sesuai dengan kondisi rumah yang akan diperbaiki. “Kalau sebelumnya itu pembangunan rumah layak huni (RLH). Tapi sekarang sudah diganti menjadi rehab rumah saja,” ujarnya.
Dijelaskan Yudi bahwa saat ini masih banyak usulan dari masyarakat untuk mendapatkan bantuan rehab rumah ini. Dari data yang dimiliki, pada tahun 2019 lalu, jumlah masyarakat yang masuk dalam kategori penerima bantuan rehab ini sebanyak 8000. Usulan yang masuk juga belum tentu semuanya direalisaikan. Selain harus mengecek kelayakan rumah, pihaknya juga harus memeriksa status kepemilikan rumah, termasuk apakah pemilik rumah masuk kategori miskin atau tidak. “Masih cukup banyak. Dan setiap tahunnya rata-rata yang menerima bantuan sekitar 150 kepala keluarga. Jadi kedepannya program ini akan dijalankan terus,” imbuhnya. (hms5)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved