Kata Yusril Ihza Mahendra Soal Kemenangan Jokowi-Maruf Amin Setelah Gugatan Rachmawati Dikabulkan MA

tanggapan Yusril Ihza Mahendra yang pernah menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Maruf Amin soal kemenangan kliennya di Pilpres 2019

KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Yusril Ihza Mahendra 

TRIBUNKALTIM.CO - Mahkamah Agyung ( MA ) mengabulkan gugatan Rachmawati Soekarnoputri   Peraturan Komisi Pemilihan Umum ( PKPU ) Nomor 5 Tahun 2019.

Gugatan tersebut diajukan oleh Rachmawati Soekarnoputri sebelum pengumuman pemenang Pilpres 2019.

Lantas bagaimana tanggapan Yusril Ihza Mahendra yang pernah menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Maruf Amin soal kemenangan kliennya di Pilpres 2019  

Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2019 atas gugatan sengketa pilpres yang diajukan Rachmawati Sukarnoputri dan enam orang pemohon lainnya.

Rachmawati Soekarnoputri diputuskan menang melawan KPU di Mahkamah Agung (MA) terkait Pasal 3 ayat (7) Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan Penetapan Calon Terpilih dalam Pemilihan Umum.

Putusan yang diketok oleh ketua majelis Supandi pada 20 Oktober 2019 ini baru dipublikasi pekan ini.

"Menerima dan mengabulkan permohonan uji materiil/keberatan yang diajukan para pemohon untuk seluruhnya," seperti dikutip dari salinan di situs Direktori Putusan MA, Selasa (7/7/2020).

 BMKG: Gempa Hari Ini 7 Juli 2020 Guncang Jepara Jateng, Kekuatan Cukup Besar, Tak Berpotensi Tsunami

 Pengakuan Dosa, Ratusan Polisi Pengguna Narkoba Tak Dihukum, Jenderal Bintang 2 Ungkap Alasannya

 Komisi III DPR RI Datangi Markas Idham Azis di Mabes Polri, Ungkap Kekesalan Soal Ini

 Jelang Lawan Juventus, AC Milan Dapatkan Ralf Rangnick, Paolo Maldini dan Stefano Pioli Jadi Korban

Dalam pertimbangannya, MA menyatakan bahwa PKPU tersebut bertentangan dengan Pasal 416 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Yusril Ihza Mahendra, yang pernah menjadi Kuasa hukum paslon Jokowi-Maruf, angkat bicara soal hal ini.

Menurut Yusril, dalam putusan itu, MA hanya menguji secara materil Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2019 apakah secara normatif bertentangan dengan UU di atasnya atau tidak. Putusan itu sama sekali tidak masuk atau menyinggung kasus sudah menang atau belum Jokowi dalam Pilpres 2019.

Berikut penjelasan Yusril sebagaimana keterangannya yang diterima Tribunnews.com:

Menang tidaknya Jokowi dalam Pilpres 2019 telah diputus oleh MK karena hal itu menjadi kewenangannya. MA samasekali tidak berwenang mengadili sengketa Pilpres. Putusan MK itu final dan mengikat.

Dalam menetapkan kemenangan Jokowi dan Kiai Ma'ruf, KPU merujuk pada Putusan MK yang tegas menolak permohonan sengketa yang diajukan Prabowo Subijanto dan Sandiaga Uno.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved