Blak-blakan di Rapat Terbatas, Jokowi Kembali Sindir Kinerja Menteri, Presiden: WFH Kok Seperti Cuti

Blak-blakan di rapat terbatas, Jokowi kembali sindir kinerja Menteri, Presiden: WFH kok seperti cuti

(Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan)
Presiden Joko Widodo pada Kamis (25/6/2020) pagi, bertolak menuju Jawa Timur. Ini adalah pertama kalinya Jokowi melakukan kunjungan kerja di masa new normal atau tatanan baru pandemi virus Corona atau covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO - Blak-blakan di rapat terbatas, Jokowi kembali sindir kinerja Menteri, Presiden: WFH kok seperti cuti.

Forum rapat terbatas dijadikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebagai panggung mengoreksi kinerja Menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Kali ini, Jokowi kembali menegur para Menteri dan mengingatkan untuk memacu kinerja di masa pandemi Virus Corona atau covid-19.

Sebelumnya, Jokowi bahkan mengisyaratakan akan melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Presiden Joko Widodo meminta seluruh menterinya menyadari bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami krisis ekonomi dan kesehatan akibat covid-19.

Untuk itu, ia meminta para menterinya tak lagi bisa bersantai untuk segera merealisasikan berbagai program kerja di masyarakat.

Kabar Gembira PNS, Bukan Gaji ke-13, Tjahjo Kumolo dan Jajaran Sri Mulyani akan Naikkan Uang Pensiun

 Ulasan Lengkap Refly Harun Soal Putusan MA Atas PKPU 5/2019, Mengapa Tak Batalkan Kemenangan Jokowi?

 Terkenal di Mabes Polri, Polisi di Polda Jatim, Banyak yang Selingkuh, Ada yang dengan Istri TNI

 Fakta Menarik Dibalik Epic Comeback AC Milan vs Juventus, Rekor Ronaldo di Liga Italia Tak Berarti

"Jangan sampai (seperti) tiga bulan yang lalu kita menyampaikan kerja dari rumah.

Work From Home.

Yang saya lihat, ini kayak cuti malahan," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas pada Selasa (7/7/2020) yang videonya baru ditayangkan di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (8/8/2020).

Ia meminta para menterinya bekerja lebih cepat dan lebih keras.

Penyusunan peraturan menteri yang memakan waktu dua pekan dimintanya dipangkas menjadi hanya satu hari.

Ia pun meminta para menterinya tak lagi terikat standar operasional prosedur (SOP) normal di masa krisis, tetapi menciptakan berbagai terobosan untuk membuat prosedur birokrasi menjadi lebih sederhana.

"Kita harus ganti chanel ke SOP yang short cut. Kita ganti ke SOP yang smart short cut.

Gimana caranya?

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved