Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Dianggap Membahayakan Jalan, Dishub Berau: Berat Maksimal 8 Ton, Jika Lebih Harus Dapat Izin

barang yang diangkut tidak boleh melebih delapan ton sesuai dengan kelas jalan di Kabupaten Berau yaitu kelas III.

HUMASKAB BERAU
KELUARKAN EDARAN - Dishub Berau akan mengeluarkan surat edaran untuk mengatur penggunaan fasilitas jalan umum dan jembatan bagi kendaraan pengangkut peti kemas, alat berat dan angkutan barang lainnya. 

TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau akan mengeluarkan surat edaran untuk mengatur penggunaan fasilitas jalan umum dan jembatan bagi kendaraan pengangkut peti kemas, alat berat dan angkutan barang lainnya.

Kepala Dishub Berau, Abdurrahman menjelaskan, dalam surat edaran ini akan diatur mengenai bobot kendaraan dan barang yang diangkut tidak boleh melebih delapan ton sesuai dengan kelas jalan di Kabupaten Berau yaitu kelas III.

“Angkutan barang yang melebihi bobot dan dimensi kelas jalan wajib mendapatkan izin dari penyelengara jalan sesuai kewenangannya dan saat melintas jembatan tidak diperbolehkan beriringan,” katanya.

Disampaikan, selama ini aktivitas pengangkutan kontainer yang dijalankan selama ini cukup membahayakan kondisi jalanan. Dimana beban yang melewati jalan diperkirakan mencapai 20 ton.

“Untuk kendaraan yang mengangkut barang khusus, alat berat dan dimenesi yang melebihi hanya diperkanankan melintas pada malam hari mulai pukul 21.00 hingga 05.00 Wita,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi yang terjadi selama ini sangat dikhwatirkan. Melihat kondisi jembatan dan jalan yang semakin lama mulai rusak.

"Sangat berbahaya jika terjadi kerusakan khususnya di jembatan Sambaliung dan Gunung Tabur. Karena itu merupakan satu-satunya akses darat," ujarnya.

Abdurrahman mengungkapkan kondisi jembatan saat ini yang ada di Gunung Tabur dan Sambaliung cukup mengkhawatirkan. Terjadi penurunan di beberapa titik. Jika masih saja dilewati dengan beban berlebih, ditakutkan bakal terjadi kerusakan lebih parah lagi.

Aktivitas bongkar muat sendiri di pelabuhan Tanjung Redeb cukup padat. Dimana rata-rata kontainer yang masuk dalam sebulan sekitar 1500. Jumlahnya ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 1000 kontainer per bulan.

“Kendaraan truk yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Redeb dan keluar menggunakan jalan umum harus terdaftar pada Perusahaan jasa Pengurusan Transportasi,” pungkasnya. (advertorial/hms5)

Tags
peti kemas
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved