Breaking News:

Ojol Korban Penganiayaan di Pekanbaru Tandatangani Perjanjian Damai Berisi 5 Poin, Berikut Isinya

Sungguh mulia hati seorang ojek online ( Ojol) ini. Meski mengalami penganiayaan namun dengan rela memaafkan pelaku penganiayaan terhadapnya

(KOMPAS.COM/IDON)
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya. 

TRIBUNKALTIM.CO, PEKANBARU - Sungguh  mulia hati seorang ojek online ( Ojol) ini. Meski mengalami penganiayaan namun dengan rela memaafkan pelaku penganiayaan terhadapnya.

Ojol bernama Mulyadi itu menandatangani surat perdamaian di atas materai. Surat perjanjian daalai itu pun ditandatangani pelaku penganiayaan AP.

Kasus penganiayaan yang dilakukan AP ( 23 ) terhadap pengemudi ojek online (ojol), Mulyadi (43) di Kota Pekanbaru, Riau, berujung damai.

Surat perjanjian perdamaian tertanggal 10 Juli 2020. Bukti tertulis itu ditandatangani di atas meterai oleh Mulyadi pihak pertama dan AP sebagai pihak kedua.

Selain itu, tanda tangan dua orang saksi, Elinasdi dan Zainal Taher. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pihak pertama dan kedua sepakat perkara penganiayaan dilakukan perdamaian dan diselesaikan secara kekeluargaan serta musyawarah dengan beberapa ketentuan.

Baca juga; Peduli Ojol & Usaha Kuliner, Gadis Cantik Ni Putu Ayu Juliet WW Bisa Belanja sampai 8 Kali Sehari

Baca juga; Kisah Driver Ojol Viral, Kembalikan Uang Penumpang Lewat Surat, Isinya Menyentuh & Lengkap Pakai TTD

* Pertama, pihak pertama dan kedua sudah mengadakan perdamaian secara kekeluargaan.

* Kedua, pihak pertama tidak akan menuntut pihak kedua.

* Ketiga, pihak kedua tidak akan menuntut pihak pertama mengenai perusakan rumah pihak kedua.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved