Breaking News:

MotoGP

Musim Ini MotoGP Gelar 13 Seri Balapan Hanya di Delapan Sirkuit, Ini Sebabnya

Musim ini MotoGP berencana menggelar 13 seri balapan di delapan sirkuit. Pandemi Covid-19 masih belum habis. Hal itu yang membuat CEO Dorna Sport lebi

Twitter @MotoGP
Daftar pebalap MotoGP 2020 

TRIBUNKALTIM.CO, JEREZ - Musim ini MotoGP berencana menggelar 13 seri balapan di delapan sirkuit. Pandemi Covid-19 masih belum habis. Hal itu yang membuat CEO Dorna Sport lebih fokus ke peningkatan daya saing.

CEO Dorna Sport Carmelo Ezepelta mengatakan saat ini lebih penting meningkatkan daya saing di MotoGP ketimbang menambah jumlah seri dalam satu musim.

Seperti diketahui, musim ini MotoGP hanya akan digelar 13 seri dengan delapan sirkuit. Jumlah paling rendah sejak 1995 karena dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Situasi ini bisa berdampak global.

Dua tahun ke depan atau pada 2022, MotoGP berencana menambah jumlah seri menjadi 22 seri dengan masuknya Indonesia, Brazil dan kemungkinan Portugal.

Baca juga; Jelang MotoGP Jerez 2020, Bakal Ada Pengumuman Penting Hari Ini, Soal Masa Depan Valentino Rossi?

Baca juga; NEWS VIDEO Ingin Kembali ke MotoGP, Jorge Lorenzo Sedang Bernegosiasi dengan Ducati?

Tapi Ezepleta tidak ingin berandai-andai. Dia mengatakan jangan sampai upaya penambahan seri beberapa tahun ke depan justru membahayakan kondisi kompetitif MotoGP saat ini.

"Situasi dunia dari tahun depan tidak akan sama dengan yang kita miliki. Saya tidak dalam posisi untuk mengatakan bahwa musim 2022 merupakan yang kami rencanakan sebelum corona," katanya kepada Motosport.com, dikutip Senin (13/7/2020).

“Kami memiliki kontrak rotasi, beberapa dari mereka menandatangani dan yang lainnya setuju. Tapi saya bahkan tidak tahu apakah kita bisa mempertahankan 22 seri. Kami harus beradaptasi dengan keadaan seperti yang kami lakukan tahun ini," katanya.

Baca juga;  NEWS VIDEO Valentino Rossi Pernah Usir Menteri Republik Ceko dari Paddock MotoGP

Ezpeleta mengatakan jumlah 22 seri bisa dilakukan juga tergantung dari kondisi dunia saat itu dan apakah vaksin Covid-19 sudah tersedia.

“Itu juga akan tergantung pada apakah vaksin corona ditemukan. Jika tidak ada saat itu, kita masih harus menahan lebih sedikit balapan dan memutar (merotasi) di antara mereka semua," katanya.

“Kami tidak akan menyangkal apa pun. Yang saya jelaskan adalah bahwa kita tidak dapat melakukan tanpa hal terbaik yang kita miliki, yaitu tingkat daya saing yang terlihat di trek," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fokus MotoGP Bukan Penambahan Seri, GP Indonesia Terancam?"

Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved