Breaking News:

Belajar Online bagi Anak Berkebutuhan Khusus

PANDEMI Covid-19 yang saat sedang menimpa umat manusia membuat setiap negara menjadi terganggu dalam menjalani aktivitas. Salah satu yang terkena damp

ist
Aditya Gustiawan Putra, Mahasiswa PG PAUD Universitas Mulia 

PANDEMI Covid-19 yang saat sedang menimpa umat manusia membuat setiap negara menjadi terganggu dalam menjalani aktivitas. Salah satu yang terkena dampak dari pandemi ini yaitu sektor pendidikan yang dimana aktivitas pembelajaran dilakukan melalui online (daring) dengan semua aktivitas pendidikan dilakukan di rumah, termasuk diantaranya pendidikan inklusi di Indonesia.

Banyak dari kita masih sangat asing mendengar pendidikan inklusi, Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009, pendidikan inklusi memiliki arti pendidikan yang diselenggarakan untuk memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak yang memiliki kelainan ataupun hambatan dengan tujuan agar mereka bisa memiliki potensi kecerdasan, bakat dan minat istimewa di dalam dirinya pada satu lingkungan pendidikan bersama-sama dengan peserta didik lainnya yang dimana pelaksanaan pendidikan inklusi di Indonesia menggunakan sistem layanan pendidikan yang mengikutsertakan Anak berkebutuhan khusus belajar bersama dengan anak sebayanya di sekolah regular.

Pada masa pandemi covid-19 ini, membuat setiap sekolah inklusi memaksa proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus dilakukan dengan sistem daring atau online. Hal ini menjadi hambatan dan memiliki impact yang sangat luarbiasa bagi anak berkebutuhan khusus yang dimana semua aktivitas belajar dilakukan di rumah dengan sistem online (daring).

Pembelajaran online ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua dari ABK dan guru yang saling bekerjasama, demi memberikan layanan pendidikan yang layak dan setara dengan pendidikan yang dilakukan di sekolah sebelum masa pandemi ini.

Perlaksanaan pendidikan inklusi di rumah melibatkan peran aktif orang tua dalam perkembangan anak dikarenakan orang tua merupakan pilar penting dalam mengembangkan potensi diri dari anak special needed dengan bersinergi bersama guru, sekolah inklusi menjadi hal yang sangatlah penting dan terbukti memberikan perubahan yang signifikan untuk anak mereka dalam proses pembelajaran.

Untuk itu guru sekolah inklusi harus menjalin komunikasi yang baik dengan para orang tua ABK. Cara yang terbaik untuk menumbuhkan komunikasi tersebut dengan menyakinkan bahwa setiap informasi apapun yang disampaikan kepada orang tua ABK itu merupakan hal yang sangat berharga, bertanya dengan efektif dan memberikan pemahaman bahwa apapun yang dilakukan di sekolah hanya untuk memberikan perkembangan yang baik bagi anak didik sehingga ABK menjadi pribadi yang lebih baik ketika meranjak menjadi dewasa.

Metode intervensi ABK dalam keluarga memberi perlakuan ABK dengan disesuaikan kondisi dan usianya, bersikap sabar dan mengupayakan untuk memberikan peralatan edukasi/stimulasi belajar bagi anak ABK, berorientasi dengan perkembangan belajar ABK, memperkenalkan lingkungan rumah, melatih ABK dengan pekerjaan sesuai kemampuannya, mengikutsertakan ABK dalam kegiatan di rumah, memperkenalkan identitas ABK, memberikan tugas mandiri seperti membeli sesuatu di toko atau supermarket, memberikan pembiasaan dalam aktivitas bina diri dengan cara mandiri tanpa bantuan dari orang tua, menanamkan di dalam dirinya motivasi untuk selalu tidak mudah menyerah dan putus asa serta selalu semangat ketika menghadapi masalah, mengembangkan bakat yang sangat dominan di dalam diri ABK, memberikan edukasi tentang membedakan kegiatan yang baik dan kegiatan yang buruk untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Metode intervensi yang dilakukan orang tua di rumah ini untuk melatih ABK dalam berbagai inderanya yang masih berfungsi dengan baik, memberikan rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan suatu kegiatan dengan cara yang mandiri dan persiapan ekonomi serta sikap yang harus dirinya lakukan ketika meranjak dewasa.

Di masa pandemi seperti ini, kegiatan pembelajaran online merupakan alternatif yang bisa dilakukan untuk tetap memberikan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dengan berbekal aplikasi sosial media yang ada di gadget yang digunakan saat ini seperti whatsapp, zoom maupun aplikasi video call lainnya, guru juga bisa memberikan pembelajaran kepada orang tua dan assessment orang tua dengan memberikan laporan berupa foto atau video kegiatan ABK selama melakukan kegiatan di rumah.

Kegiatannya juga bisa berupa kegiatan lifeskill seperti mencuci piring, memasak, menyapu, melatih keterampilan dan motorik anak. Untuk orang tua yang tidak memiliki gadget, maka guru bisa berkunjung ke rumah peserta didik dengan memperhatikan prosedur protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Halaman
12
Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved