Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Dapat Bingkisan Aroma Terapi Eucalyptus, Gubernur Isran Dorong untuk Dikembangkan dan Uji Klinis

"Semoga saja hasil penelitian lebih klinis, tidak saja menghasilkan minyak kayu putih atau bahan aroma terapi. Tetapi

HUMASPROV KALTIM/YUVITA INDRASARI
EUCALYPTUS - Gubernur Kaltim Isran Noor mencoba menghirup produk inhaler aroma terapi yang diklaim sebagai anticorona. Aroma terapi terbuat dari eucalyptus. Itu dlakukan saat menerima kunjungan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim Muhammad Amin, Senin (13/7/2020). 

ANTI CORONA - Gubernur Kaltim H Isran Noor mencoba produk inhaler aroma terapi anti corona yang terbuat dari eucalyptus. (yuvita/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Bagi Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, eucalyptus diyakini merupakan tumbuhan asli Indonesia dan diakui memiliki kandungan antibiotik sebagai farmasi, antiseptik, penolak, penyedap, aroma dan penggunaan industri.

Hal itu diungkapkan Gubernur Isran saat menerima kunjungan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim Muhammad Amin, sekaligus diminta testimoni terkait produk hasil penelitian/riset Badan Litbang Kementerian Pertanian (Balitbangtan).

"Ini harus terus dikembangkan dan perlu dilakukan pengujian lebih mendalam, semacam uji klinisnya," harap Isran Noor di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (13/7/2020).

Menurut Gubernur, tanaman eucalyptus bukan barang baru di dunia kesehatan dan memiliki khasiat bagus untuk kesehatan, sehingga tidak menutup kemungkinan bisa menangkal virus corona yang saat ini semakin menyebar penularannya.

Isran Noor mengakui produk hasil riset Balitbangtan ini memberi harapan besar bagi antisipasi dan penanggulangan bahkan pengobatan pasien Covid-19. Dimana, hingga sekarang ini masih belum ditemukan vaksin anti virusnya.

"Semoga saja hasil penelitian lebih klinis, tidak saja menghasilkan minyak kayu putih atau bahan aroma terapi. Tetapi semacam serum untuk vaksin corona," harap Isran Noor.

Kepala BPTP Kaltim Muhammad Amin mengemukakan eucalyptus sementara digunakan untuk aroma terapi anti corona sesuai hasil pengkajian Balai Besar Litbang Kementan dan telah diluncurkan Menteri Pertanian, sehingga segera disosialisasikan secara umum.

"Kita sudah sampaikan dan sosialisasikan kepada seluruh kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun walikota di Indonesia. Semoga produk eucalyptus ini bisa menjadi alternatif dalam mengantisipasi penularan virus corona di Indonesia bahkan dunia," ujar Muhammad Amin.

Dalam kesempatan ini, BPTP Kaltim memberikan bingkisan kepada Gubernur Isran Noor berupa eucalyptus terapi. (yans/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved