Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Kubar Masih Berlakukan Belajar Jarak Jauh, Siswa hingga Orang Tua Diminta Ikuti PLS

Tujuan orang tua datang ke sekolah untuk diberikan penjelasan, terkait pembagian kelas, siapa guru-guru dan yang paling penting adalah

Tribunkaltim.co, Febriawan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar Silvanus Ngampun 

SENDAWAR – Sesuai kalender pendidikan, 13 Juli 2020 merupakan hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021. Wilayah yang masuk zona hijau sudah dapat kembali melakukan pembelajaran tatap muka sesuai edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, namun harus mematuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun SIP M Si, menuturkan sampai saat ini Kubar masih melakukan sistem belajar jarak jauh.”Sedangkan yang masuk zona hijau dan mendapatkan izin dari kepala daerah, bisa melakukan sistem pembelajaran sistem tatap muka,” ujar Silvanus.

Kepala SMAN 1 Sendawar H Agus Johansyah S Pd menjelaskan, tahun ajaran baru 2020/2021 ini, total siswa yang diterima di SMAN 1 Sendawar sebanyak 252 siswa. Untuk jalur zonasi memberikan kuota 50 persen dari daya tampung sekolah.

Sedangkan jalur prestasi mempunyai kuota maksimal 30 persen dari daya tampung sekolah, dan jalur perpindahan tugas orangtua/wali memberikan kuota maksimal 5 persen dan jalur Afirmasi 15 persen.
Pihak sekolah menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah/tim gugus tugas, terkait proses belajar karena tim lebih mengetahui kondisi daerah dan membuatkan kebijakan yang tepat.

Lebih lanjut Silvanus Ngampun menuturkan, sesuai dengan edaran dan virtual meeting dengan seluruh kepala sekolah, hari pertama masuk sekolah memang pada 13 Juli secara serentak. Namun sesuai dengan edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang boleh melakukan pembelajaran tatap muka hanya daerah yang masuk zona hijau.

Kubar masih masuk dalam zona orange, artinya masih ada dua tahap baru boleh melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kedepan jika sudah bisa dilakukan tatap muka, pelaksanaannya juga dilaksanakan secara bertahap. Sesuai edaran, yang boleh masuk terlebih dahulu SMA dan SMP, kemudian paling cepat dua bulan disusul SD/PAUD/TK sesuai SKB empat menteri Menteri Pendidikan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri,” beber Kadisdik Silvanus.

Untuk zona hijau pun masih ada ketentuan, harus ada izin kepala daerah melalui dinas pendidikan, dimana kepala daerah memberikan izin atas dasar penilaian Tim Gugus Tugas. Selanjutnya setelah mendapatkan izin, harus melihat kesiapan sekolah apakah infrastruktur dan guru-guru sudah siap, baru boleh melakukan pembelajaran tatap muka.

Meskipun sudah diberikan izin boleh melakukan tatap muka, orang tua pun diperbolehkan untuk tidak setuju anak turun sekolah jika merasa takut dan khawatir, sehingga siswa tersebut tetap dilayani belajar dari rumah, sesuai edaran SKB empat menteri.

Berkenaan dengan edaran tersebut, di Kubar mengacu pada SKB empat menteri sesuai kewenangan pemerintah kabupaten dari SMP-PAUD tidak ada sekolah yang melakukan tatap muka, walaupun 13 Juli resmi dimulai tahun ajaran baru.

Berkaitan dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dilaksanakan secara daring, jika tidak bisa secara daring maka disarankan harus memanggil orang tua wali murid ke sekolah, maka yang datang orang tua saja untuk diberikan penjelasan tentang apa yang dikerjakan di rumah terutama untuk murid baru.

Orang tua yang datang ke sekolah juga harus diatur jadwalnya agar tidak bergerombol. Untuk datang ke sekolah tidak harus satu hari tapi bisa dijadwalkan pada hari berikutnya, dengan mematuhi protokol kesehatan.

Tujuan orang tua datang ke sekolah untuk diberikan penjelasan, terkait pembagian kelas, siapa guru-guru dan yang paling penting adalah penjelasan program pembelajaran jarak jauh yang dijelaskan kepada para orang tua, dengan demikian para orang tua merasa terlibat dalam pendidikan.

Cara lain jika memang tidak bisa dilakukan daring sekolah juga bisa menyiapkan pedoman/video untuk masa pengenalan sekolah, bisa dikirim ke rumah siswa melalui orang tua.

Kadisdik secara khusus sudah memerintahkan Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar untuk memantau langsung, jangan sampai ada sekolah memaksa siswa untuk ke sekolah. Pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan sosialisasi.(hms10/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved