Polairud Polda Kaltim Beberkan Perairan Kalimantan Timur Masuk Zona Merah Tindak Pidana Pencurian

Polairud Polda Kaltim membeberkan wilayah kawasan perairan provinsi Kalimantan Timur masuk zona merah.

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Direktur Polairud Polda Kaltim Kombes Pol Tatar Nugroho saat merilis tersangka spesialis pencurian tali kapal asing di perairan Muara Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Polairud Polda Kaltim membeberkan wilayah kawasan perairan provinsi Kalimantan Timur masuk zona merah untuk pelabuhan di Indonesia yang menjadi sasaran tidak pidana kejahatan.

Di mana berdasarkan data dari International Maritime Organization (IMO) wilayah perairan khususnya Kalimantan Timur kerap kali terjadi tindak kejahatan di atas kapal.

Bahkan Baharkam Polri juga menetapkan 10 hot spot di mana empat wilayah ada di Kaltim yakni perairan Muara Berau, Muara Balikpapan, Teluk Adam, serta Muara Jawa.

Namun demekian saat ini kapal asing dari Muara Jawa dialihkan ke Muara Berau sehingga ada 3 hot spot yang menjadi atensi.

Baca Juga: BREAKING NEWS Miliki Komorbid Jantung, Satu Pasien Covid-19 di Balikpapan Meninggal Dunia

Baca Juga: Mall di Balikpapan Dilematis Selama New Normal, Ketua APPBI Kaltim: Ramai Khawatir, Sepi Khawatir

Hal tersebut dijelaskan oleh Direktur Polisi Air dan Udara (Dir Polairud) Polda Kaltim Kombes Pol Tatar Nugroho usai pihaknya melakukan pengkapan tersangka pelaku tindak pidana kejahatan di atas kapal.

"Tahun lalu Kalim ditetapkan sebagai Zona Merah untuk pelabuhan di Indonesia mengapa diberi zona merah oleh IMO karena banyaknya kejadian kejahatan di wilayah Pelabuhan oleh karena itu dari Ditpolairud Baharkam Polri menetapkan 10 hot spot wilayah yang berupa pelabuhan yang dipandang berdasarkan pendataan IMO kerap terjadi insiden di atas kapal asing," Jelasnya, Selasa (14/7/2020).

Implikasi yang timbul ketika perairan masuk zona merah sehingga Indonesia di klaim bahwa pelabuhannya tidak aman.

Tentu akan berpengaruh pada distribusi keluar masuk barang dari dan ke luar negeri dan bisa berimbas pada perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Terima 18 Hasil Swab, Skrining Satu Pedagang Pasar Pandasari Balikpapan Positif Covid-19

Baca Juga: Hasil Swab Pedagang di Pandansari Positif Covid-19, Walikota Balikpapan Bimbang Tutup Pasar

Menindaklanjuti hal tersebut Baharkam Polri membuat terobosan dengan membuat program Quick Respons.

" Di situ Ditpolairud Baharkam Polri membuat sebuah terobosan di mana empat zona merah berada di Kaltim menjadi perhatian," lanjutnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved