Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Buka Rembug Stunting, Pj Sekda Kubar Minta Aparat Bahas Strategi untuk Turunkan Kasus

Rembuk Stunting merupakan upaya Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting (KP2S) yang merupakan agenda tahunan.

HUMASKAB KUBAR
RAKOSTUNTING - Penjabat Sekretaris Kabupaten Kutai Barat Ir H Achmad Sofyan MM membuka Rembug Stunting Kabupaten Kutai Barat, di ruang pertemuan Lantai II Kantor BP3D, Senin (13/7/2020). 

SENDAWAR - Penjabat Sekretaris Kabupaten Ir H Achmad Sofyan MM membuka Rembuk Stunting Kabupaten Kutai Barat, di ruang pertemuan Lantai II Kantor BP3D, Senin (13/7/2020)..

Kegiatan ini untuk membangun komitmen dan kebijakan serta arah strategi percepatan penurunan stunting menjadi komitmen bersama yang diwujudkan dalam kebijakan program kerja dan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

Rembuk Stunting merupakan upaya Konvergensi Percepatan Penanggulangan Stunting (KP2S) yang merupakan agenda tahunan.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 HPK sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.Turut hadir kepala PD, pejabat eselon, camat di lingkungan Pemkab Kubar serta para petinggi.

Dalam kesempatan Pj Sekretaris Kabupaten Ir H Achmad Sofyan mengimbau PD harus fokus dan memahami secara persis lokus stunting. Upaya penanggulangan stunting juga dapat dilakukan melalui perbaikan pola asuh.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Kubar dokter Ritawati Sinaga MSi menuturkan, kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia dua tahun.

Akibat kurang gizi, stunting dan lainnya dapat mengurangi produktivitas dan menjadi beban anggaran atau pembiayaan bagi pemerintah jika masyarakatnya mudah sakit.

Kadiskes menjelaskan, investasi gizi untuk pembangunan manusia, The Copenhagen Consensus 2012 para ekonom terkenal dunia mengidentifikasi 10 strategi paling cerdas dalam berinvestasi adalah investasi untuk perbaikan status gizi penduduk. Investasi pada gizi dapat membantu memutus lingkaran kemiskinan dan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) negara 2 hingga 3 persen per tahun.

Kabupaten Kutai Barat untuk tahun 2019 sudah dapat menyelesaikan aksi pertama sampai aksi delapan. Sedangkan tahun 2020 dari delapan Aksi Konvergensi Intervensi Penurunan Sunting sudah dilaksanakan Aksi Analisis Situasi Program Penurunan Stunting, Aksi Penyusunan Rencana Kegiatan dan Aksi, dan Rembuk Stunting.

Kabupaten Kutai Barat sebagaimana mandat yang tercantum dalam Pedoman Stranas KP2S serta kesepakatan mendapat peranan dalam memastikan perencanaan dan penganggaran program/kegiatan untuk intervensi prioritas khususnya di lokasi dengan prevalensi stunting tinggi dan/atau kesenjangan kecukupan layanan yang tinggi.

Memperbaiki pengelolaan layanan untuk intervensi gizi prioritas dan memastikan sasaran prioritas memperoleh dan memanfaatkan paket intervensi yang disediakan. Mengkoordinir kecamatan dan pemerintahan desa dalam menyelenggarakan intervensi prioritas, termasuk dalam mengoptimalkan sumber daya, sumber dana, dan pemutakhiran data.

Selain itu sebagai bagian dari proses penguatan kapasitas Pemerintah Kabupaten secara umum, Sosialisasi Stranas dan Pelatihan teknis pelaksanaan 8 Aksi Pedoman KP2S diharapkan dapat memasukan desa-desa prioritas untuk pencegahan stunting yang dikerjakan oleh berbagai sektor/lintas program tercermin di APBD 2020.

Hal ini seperti yang tercantum dalam Surat Kementerian Dalam Negeri No 440/7607/Bangda perihal Pelaksanaan Stunting Terintegrasi di kabupaten dan kota tertanggal 5 Desember 2018, yaitu untuk peran kabupaten/kota secara langsung menangani stunting di daerahnya.(advertorial/hms10/naw)

Tags
stunting
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved