Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Masuk Fase New Normal, Kejati Kaltim Kembali Usut Kasus Pembangunan Sirkuit Batu Putih

Karena fase relaksasi sekaligus new normal, maka kasus tersebut kembali bergulir. Pihaknya pun saat ini masih mengembangkan kasus tersebut

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Kepala Kejati Kaltim Deden Riki Hayatul Firman mengatakan, penyelidikan kasus sirkuit balap di Kutim akan terus dilakukan. Saat ini sudah menetapkan satu tersangka 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus pembangunan Sirkuit Bukit Putih sempat tertunda. Menurut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) Deden Riki Hayatul Firman, Rabu (15/7/2020) mengatakan tertundanya kelanjutan kasus tersebut dikarenakan Covid-19.

Karena fase relaksasi sekaligus new normal, maka kasus tersebut kembali bergulir. Pihaknya pun saat ini masih mengembangkan kasus tersebut. Pihaknya saat ini memanggil beberapa saksi.

Dirinya mengatakan, dari pengembangan kasus ini kemungkinan akan adanya penambahan tersangka baru kedepannya.

"Tetap berjalan kita memanggil saksi tertunda karena Covid. Sudah new normal kita panggil lagi. Kemungkinan (ada tersangka baru) yang jelas sekarang satu kemungkinan akan berkembang dari keterangan saksi," ucapnya.

Baca juga; Kejati Kaltim Telusuri Laporan Front Aksi Mahasiswa Soal Sepak Terjang 5 Perusahaan Penyalur BBM

Baca juga; Jika Terbukti Ada Korupsi Proyek Gedung Kejari Samarinda, Kejati Kaltim Pastikan Si Oknum Dipecat

 Baca juga; BREAKING NEWS Front Aksi Mahasiswa Unjuk Rasa di Depan Gedung Kejati Kaltim, Ini Tuntutan Mereka

Kasus tersebut dimulai dari adanya pengadaan tanah untuk membangun sarana olahraga sirkuit tahun 2010 sampi 2012. Ternyata tanah yang dibeli menggunakan APBD itu adalah milik negara. Dalam kasus tersebut Kejati Kaltim telah menetapkan tersangkanya yakni oknum yang berinisial Drs H. AA. (Jnp)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved