Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Pemkab Rakor Bahas Percepatan Pembanguna Ujoh Bilang, Ibu Kota Kabupaten Mahulu

“Kita akan melihat bagaimana perkembangan pembangunan di kawasan perkotaan, dan rencana tindak lanjutnya.

HUMASKAB MAHULU
BAHAS PERKOTAAN - Pj Sekretaris Daerah Mahulu Dr Stephanus Madang memimpin rapat koordinasi membahas pembangunan kawasan perkotaan Ujoh Bilang, Rabu (8/7/2020). Ujoh Bialng adalah ibukota Kabupaten Mahulu. 

UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu), Rabu (8/7) pekan lalu, di ruang rapat Kantor Bappelitbangda menyelenggarakan rapat koordinasi percepatan pembangunan kawasan perkotaan Ibu Kota Kabupaten Mahulu terkhusus wilayah Ujoh Bilang dan sekitarnya.

Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, SH pada kesempatan ini diwakili oleh Pj Sekretaris Daerah Dr. Stephanus Madang, S.Sos., MM, menjelaskan, rapat ini penting untuk mengevaluasi sejauh mana progres pembangunan kawasan perkotaan baik yang sudah dan akan dilakukan.

“Kita akan melihat bagaimana perkembangan pembangunan di kawasan perkotaan, dan rencana tindak lanjutnya. Apa saja yang akan dilakukan kedepan guna mengoptimalkan waktu yang tersisa dalam tahun anggaran yang berjalan, dan memaksimalkan anggaran yang telah direncanakan sehingga terwujudnya kawasan perkotaan ibukota Kabupaten Mahulu yang lebih baik,” ujar Sekda.

Sekda menambahkan, dalam perencanaan pembangunan kawasan perkotaan ini ada yang harus dilakukan penyesuaian. Oleh sebab itu jangan sampai ada program pembangunan yang sudah dilakukan tidak masuk dalam perencanaan tata ruang kawasan perkotaan Kabupaten Mahulu.

“Jadi ini yang dievaluasi lagi untuk melihat program kegiatan mana saja yang harus dilakukan penyesuai, mengingat sekarang ini kita sudah sampai pada tahap penyusunan kerangka anggaran 2021. Diharapkan masing-masing SKPD teknis harus sudah bisa melakukan pemetaan untuk parameternya, dengan artian sudah sampai progres di tahap ini dan bagaimana merumuskan pada tahapan anggaran berikutnya,” ungkapnya.

Dibeberkan oleh Sekda, kondisi jalan di kawasan perkotaan untuk panjang ruas jalan aspal 19,75 kilometer, panjang ruas jalan agregat 24,89 kilometer. Perbandingan ruas jalan dengan luas kawasan perkotaan adalah 16%, kondisi jalan yang beraspal sekitar 44% dari keseluruhan panjang jalan.

Sementara itu saat menghadiri rakor tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Mahulu Bidang Pembangunan Hendrikus Keling, SE mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Mahulu dalam upaya percepatan pembangunan di kawasan perkotaan Ibu Kota Kabupaten Mahulu.

“Ini merupakan rapat yang sangat penting dan luar biasa, dimana membahas tentang rencana pengembangan pembangunan kawasan perkotaan. Apa bila dilihat dari mulai pembangunan sejak tahun 2014 sudah ada perubahan-perubahan yang jauh lebih baik, dari wajah kawasan perkotaan ibu kota kabupaten,”ungkapnya.

Namun, menurutnya, harus juga segera dilakukan beberapa penyesuaian yang disinkronkan dengan dokumen RTRW yang sudah ada, terutama administasi yang berhubungan dengan keabsahan nama jalan di dalam bentuk produk hukum daerah atau SK.

“Yang sangat penting juga segera dibuat peraturan daerah yang mengatur tentang ganti rugi tanam tumbuh, karena pembangunan dan penataan daerah kawasan perkotaan ini, pasti akan bersinggungan dengan lahan-lahan milik warga. Agar kedepan tidak terjadi masalah yang rumit, segera dibuat perda yang mengatur tentang ganti rugi lahan dan tanam tumbuh milik warga,”ujarnya.(advertorial/hms/td/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved