Breaking News:

Idul Adha

Jelang Idul Adha, Pastikan Sapi di Tarakan Sehat, Karantina Lakukan Pengujian di Laboratorium

Tingginya frekuensi pemasukan sapi potong ke Tarakan Kalimantan Utara menjelang Idul Adha berbanding lurus dengan tingginya frekuensi

TRIBUNKALTIM.CO/JINO
ILUSTRASI Hewan qurban Idul Adha, ternak sapi di Kalimantan Timur. Tingginya frekuensi pemasukan sapi potong ke Tarakan Kalimantan Utara menjelang Idul Adha berbanding lurus dengan tingginya frekuensi pengujian di laboratorium Karantina Pertanian Tarakan, Jumat (17/7/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Tingginya frekuensi pemasukan sapi potong ke Tarakan Kalimantan Utara menjelang Idul Adha berbanding lurus dengan tingginya frekuensi pengujian di laboratorium Karantina Pertanian Tarakan, Jumat (17/7/2020).

Seperti hari ini, untuk memastikan bahwa sapi yang masuk ke Tarakan sehat dan bebas dari penyakit Brucellosis, petugas laboratorium Karantina Hewan melakukan pengujian terhadap 22 sampel serum darah sapi dengan metode Rose Bengal Test (RBT).

Sampel darah sapi diambil dari sapi yang masuk ke Tarakan dari Toli-Toli Sulawesi Tengah dan Pare-Pare Sulawesi Selatan.

Meskipun sapi tersebut sudah melewati proses pemeriksaan kesehatan di daerah asal dan dinyatakan sehat, namun dikhawatirkan sapi terserang sakit selama di perjalanan, maka harus dilakukan pemeriksaan kesehatan kembali di Tarakan.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Jalanan di Pesona Bukit Batuah Balikpapan Licin, Warga Inisiatif Beri Bebatuan

Baca Juga: Siswa di Kukar Belum Aktif Belajar, 13 Juli 2020 Jadwal Masuk Sekolah, Masih Perkenalan via Daring

Pulau Sulawesi merupakan daerah endemis penyakit Brucellosis, sedangkan Pulau Kalimantan termasuk Pulau Tarakan merupakan daerah bebas Brucellosis, sehingga Karantina Tarakan bertanggung jawab mencegah agar penyakit tersebut tidak masuk ke wilayah Tarakan yang dapat mengancam peternakan sapi di pulau Tarakan.

Pengujian sampel serum darah sapi di Laboratorium Karantina Pertanian Tarakan Kalimantan Utara.
Pengujian sampel serum darah sapi di Laboratorium Karantina Pertanian Tarakan Kalimantan Utara. (HO/BKP TARAKAN)

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, drh Akhmad Alfaraby menegaskan bahwa pemasukan hewan qurban seperti sapi ke Kota Tarakan Kalimantan Utara harus melewati proses pemeriksaan fisik dan kesehatan baik di daerah asal maupun di daerah tujuan.

Dengan demikian dapat dipastikan hewan tersebut sehat dan setelah disembelih dagingnya aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat Kota Tarakan.

Baca Juga: Terima 18 Hasil Swab, Skrining Satu Pedagang Pasar Pandasari Balikpapan Positif Covid-19

Halaman
12
Penulis: Risnawati
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved