Breaking News:

Masyarakat Kaltim-Kaltara Diminta Manfaatkan Stimulus Pajak Hingga Akhir Tahun 2020

Masyarakat Kaltim dan Kaltara diminta untuk manfaatkan stimulus pajak hingga akhir tahun ini.

TribunKaltim.Co/Heriani AM
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Samon Jaya 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Masyarakat diminta untuk manfaatkan stimulus pajak hingga akhir tahun ini.

Stimulus pajak untuk membantu wajib pajak menghadapi dampak pandemik covid-19. Tersedia lebih banyak sektor usaha dan dapat dimanfaatkan hingga Desember 2020 dengan prosedur yang lebih sederhana.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) Samon Jaya menyebut detail perluasan dan perubahan prosedur pemberian fasilitas hingga akhir tahun dirincikan sebagai berikut;

Pertama adalah Insentif PPh (Pajak Penghasilan, red) Pasal 21. Karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.189 bidang industri tertentu, pada perusahaan yang mendapatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE), dan pada perusahaan di kawasan berikat dapat memperoleh fasilitas pajak penghasilan ditanggung pemerintah.

Baca Juga:Warga Kalimantan Timur dan Kaltara Diminta Lebih Paham Pajak, Situasi Pandemi Covid-19, Negara Butuh

Baca Juga:Pajak Hotel Tak Bisa Dihapus, Walikota Balikpapan Sebut Bisa Kena Pidana

"Artinya karyawan yang memiliki NPWP dan penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp200 juta pada sektor-sektor ini, akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong pemberi kerja. Tetapi diberikan secara tunai kepada pegawai," terang Samon dalam siaran persnya, Minggu (19/7/2020).

Dalam belaid itu pula diatur, apabila wajib pajak memiliki cabang, maka pemberitahuan pemanfaatan insentif PPh Pasal 21 cukup disampaikan wajib pajak pusat dan berlaku untuk semua cabang. Fasilitas ini puk sebelumnya hanya tersedia bagi 1.062 bidang industri dan perusahaan KITE.

Kedua adalah Insentif Pajak bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM ). Pelaku UMKM mendapat fasilitas pajak penghasilan final tarif 0,5 persen sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 yang ditanggung pemerintah.

Dengan demikian wajib pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak dan pemotong atau pemungut pajak tidak melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM.

Halaman
123
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved