Breaking News:

Pilkada Kutim

Tak Mendapat Rekomendasi Golkar, Kasmidi Bulang: Kecewa Pasti, tapi Komunikasi Tetap Baik

DPP Partai Golkar telah menunjuk satu dari dua kader terbaiknya di Kabupaten Kutai Timur, untuk mendapatkan surat rekomendasi dalam gelaran Pilkada

DOK PRIBADI
Ketua DPD Partai Golkar Kutim, Kasmidi Bulang 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – DPP Partai Golkar telah menunjuk satu dari dua kader terbaiknya di Kabupaten Kutai Timur, untuk mendapatkan surat rekomendasi dalam gelaran Pilkada Kutim 9 Desember 2020 mendatang.

Surat sakti tersebut, jatuh ke tangan Mahyunadi, anggota DPRD Kalimantan Timur yang pada periode lalu menjabat sebagai Ketua DPRD Kutim

Sementara, Kasmidi Bulang yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur dan Plt Bupati Kutai Timur, terpaksa mencari perahu lain, bila ingin tetap berlaga di Pilkada Kutim, mendatang.

Ditemui di kediaman pribadinya, Kasmidi mengaku kecewa dengan apa yang dialaminya. Namun, ia tak mau berlarut dalam rasa itu.

“Kecewa, pasti. Setiap orang ada rasa kecewa ketika diperlakukan seperti ini oleh pengurus pusat. Tapi saya, sebagai orang Partai Golkar berpikir, ya biar sajalah. Saya tidak mungkin membawa kekecewaan ini untuk melakukan tindakan yang tak semestinya. Saya sebagai orang yang cinta pada partai ini, tetap akan melakukan pendekatan dan silaturahmi yang baik,” ungkap Kasmidi.

Alasannya tak mendapat rekomendasi?

“Saya diberi tahu, harus menjadi wakil dari Pak Mahyunadi. Kawin paksa, istilahnya. Saya pikir, bukan cuma saya yang tak mau. Tapi Pak Mahyunadi juga tidak akan mau. Karena masing-masing sudah jalan. Sudah sosialisasi dengan pasangan,” ujarnya.

Baca juga; Momen Pilkada Kutim, 769 Petugas Coklit Turun ke Masyarakat, Cek Pemilih Terakomodir Hak Pilihnya

Baca juga; Mendagri Kesal Anggaran Pilkada Kutim Belum Cair 100 Persen, Ini Kata Plt Bupati Kutim

Alasan kedua, lanjut Kasmidi, ia dipaksa berlaga dengan menduduki posisi bupati.

Menurutnya, selain nama besar, parta seharusnya juga melihat figur dan persentase kemenangan.

“Saya maunya begitu. Harus realistis. Bukan saya tidak berani maju sebagai Bupati. Tapi, saya pikir, saya maju berpasangan dengan Pak Ardiansyah Sulaiman adalah pasangan yang cocok. Beliau mantan Bupati dengan pribadi yang baik dan sudah dikenal masyarakat. Karena saya ingin, Kutim lebih baik lagi ke depan,” bebernya.

Berlaga di Pilkada bukan untuk kepentingan ego, kelompok atau kepentingan sekelompok. Tapi kepentingan orang banyak.

Pastinya, niatan ke depan agar Kutim lebih baik lagi.

“Apa yang saya dan Pak Ismunandar kemarin lakukan, yang sudah baik, kita pertahankan. Sedangkan yang kurang, kita tingkatkan. Apalagi dengan kejadian kemarin (  OTT, red), dengan kondisi keuangan yang tidak stabil, itu harus dibenahi oleh seseorang yang tepat dan menurut saya, Pak Ardiansyah adalah sosok yang tepat,” ujarnya.

Soal partai pengusung, Kasmidi masih enggan berbicara. Tapi, ia memastikan dalam waktu dekat akan segera mendeklarasikan diri bersama Ardiansyah Sulaiman.

“Saya tidak mau sesumbar tapi insya Allah saya juga akan deklarasi dan berpartisipasi pada Pilkada Kutim. Tunggu saja waktunya,” kata Kasmidi.

(TribunKaltim.co/Margaret Sarita)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved