Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Siap Sukseskan Sikomandan, Begini Jurus Jitu Kaltim Siapkan Sapi-Kerbau Jadi Komoditas Andalan

Sikomandan adalah program yang diluncurkan di era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

HUMASPROV KALTIM/UMAR
MEMANTAU - kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim Dadang Sudarya (topi koboi) melakukan pemantauan sapi-sapi yang mejadi bagian dari program Sikomandan, Minggu (19/7/2020). 

Foto : Kepala DPKH Dadang Sudarya (topi koboi) melakukan pemantauan sapi-sapi yang menjadi bagian dari program Sikomandan. (umar/humasprov kaltim)

SAMARINDA – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim H Dadang Sudarya menegaskan Sikomandan harus didukung. Mengapa? Karena Sikomandan adalah jalan menuju peningkatan populasi serta produksi sapi dan kerbau lokal secara berkelanjutan. 

Sikomandan adalah program yang diluncurkan di era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Kepanjangannya adalah Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri. Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian meningkatkan produksi ternak sapi dan kerbau dalam negeri. Program ini diluncurkan awal tahun 2020 lalu.

Untuk mewujudkan keberhasilan Sikomandan lanjut Dadang Sudarya salah satu upaya dilakukan adalah menggenjot dan meningkatkan populasi sapi dan kerbau lokal melalui optimalisasi program inseminasi buatan maupun kawin alam sapi maupun kerbau lokal.

"Selain itu kita juga melakukan optimalisasi reproduksi dengan melakukan inseminasi buatan untuk sapi-sapi yang dikandangkan atau semi intensif maupun sapi-sapi ekstensif atau sapi-sapi yang digembalakan atau kawin alam," kata Dadang Sudarya, Minggu (19/7/2020).

Optimalisasi reproduksi sebagai upaya mendukung pemerintah pusat, dimana sapi dan kerbau tidak ada yang tidak bunting. Untuk program Sikomandan tidak ada halangan, karena sebelumnya sudah progran Upsus Siwab atau Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting.

"Sebelum ada program Sikomandan, kita telah melaksanakan program Upsus Siwab dengan harapan kita bisa meningkatkan reproduksi sapi dan kerbau yang ada di Kaltim," tandasnya.

Dadang menambahkan, selain optimalisasi reproduksi sapi dan ternak melalui kawin suntik/kawin alam, DPKH juga melakukan penanggulangan status reproduksi.

"Jadi, saluran reproduksi sapi itu diperiksa, untuk mengetahui apakah saluran reproduksinya normal atau tidak. Jika ada gangguan, maka akan dilakukan pengobatan, termasuk perbaikan pakan ternak, untuk sapi-sapi yang kurus," ujarnya.

Untuk program Sikomandan, lanjut Dadang cukup bagus, realisasinya dari Januari sampai akhir Juni 2020, sudah 90 persen dari target 6.500 ekor sapi dan kerbau.

"Selama enam bulan tersebut realisasinya sudah mencapai 90 persen dan diharapkan bulan Juli terus meningkat. Memang dari jumlah target tersebut sapi lebih banyak dari kerbau," tegas Dadang Sudarnya. (mar/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved