Breaking News:

Industri Kuliner Melonjak Saat Pandemi, Audit PIRT DKK Balikpapan Tetap Dilakukan Tatap Muka

Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tetap digelar akibat banyaknya permintaan dari pelaku usaha

TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI AM
Kabid Sumber Daya Kesehatan DKK Kota Balikpapan, Triwulaningsih 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tetap digelar akibat banyaknya permintaan dari pelaku usaha kuliner.

Pada 11 Juni lalu, digelar penyuluhan melalui daring akibat pandemi yang masih berlangsung.

Pelatihan PKP ini diikuti para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan sertifikat izin pangan industri rumah tangga (PIRT).

Izin PIRT diperuntukkan bagi produk olahan pangan yang memiliki daya tahan lebih dari tujuh hari.

Baca Juga:Grab Luncurkan Program #TerusUsaha, Siap Bantu Pelaku UMKM di Balikpapan Sambut New Normal

Baca Juga:Beri Kontribusi hingga Rp 235 Miliar di Balikpapan, Grab Dukung UMKM Lokal Lewat Program #TerusUsaha

"Izin PIRT untuk memenuhi aspek legalitas. Karena erat kaitannya dengan keamanan pangan konsumen," Kabid Sumber Daya Kesehatan DKK Kota Balikpapan, Triwulaningsih, Selasa (21/7/2020).

Izin PIRT berlaku selama lima tahun, setelah itu para pelaku usaha bisa melakukan perpanjangan. Sedangkan untuk penerbitan izinnya tidak dipungut biaya alias gratis.

Produk pangan yang mengantongi izin dari Dinas Kesehatan dan tidak sangat jelas perbedaannya.

Produk pangan yang memiliki izin sudah teruji sanitasi dan higienitasnya, sehingga risiko keracunan sangat kecil.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved