Jelang Idul Adha, Disperindagkop dan UMKM Tarakan Datangkan 30 Ton Ayam Beku dari Surabaya

Berkurangnya stok ayam lokal, membuat Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Perdagangan mengantisipasinya dengan mendatangkan ayam beku dari luar Kota

TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Para pedagang ayam menjajakan jualannya di Pasar Gusher Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Berkurangnya stok ayam lokal, membuat Pemerintah Kota Tarakan melalui Disperindagkop dan UMKM mengantisipasi dengan mendatangkan ayam beku dari luar Kota Tarakan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disperindagkop dan UMKM kota Tarakan, Untung Prayitno, Selasa (21/7/2020).

"Kita Dinas Perdagangan Kota Tarakan berkoordinasi dengan Dinas Peternakan mendatangkan ayam beku dari Surabaya," ujar dia.

Didatangkannya ayam beku dari Surabaya ini ke Tarakan guna mengantisipasi stok ayam jelang Idul Adha ini. Adapun ayam beku yang didatangkan sebanyak 30 ton.

"Kalau nggak salah kemarin info dari STB ada 18 ton. Ini mau datang lagi sampai 30 ton kan untuk antisipasi Idul Adha," katanya.

Nantinya, lanjut dia, masyarakat kota Tarakan tinggal memilih mana yang mau dibeli, yang segar atau yang beku.

Baca juga: Suami Pergi Melaut, Ibu Malah Berhubungan Intim dengan Anak Kandungnya, Alasan Suka Sama Suka

Baca juga: Covid-19 Meningkat, Bupati Kukar Edi Damansyah Keluarkan Surat Pembatasan Perjalanan Keluar Wilayah

Untung Prayitno menambahkan, harga ayam beku dibandrol dengan harga Rp 42 ribu per kilogram (kg).

"Sekarang juga ayam lokal masih bertahan Rp 55 ribu sebenarnya. Jadi ada selisih Rp 13 ribu sama ayam beku.

Halaman
12
Penulis: Risnawati
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved