Minggu, 19 April 2026

Masih Zona Merah Covid-19, Sekitar 20 Gereja Katolik di Jateng Tunda Misa

Sejumlah Gereja Katolik di Jawa Tengah memutuskan penundaan misa saat akhir pekan. Pasalnya, kasus Covid-19 meningkat di wilayah Jawa Tengah.

Editor: Mathias Masan Ola
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Petugas membersihkan dan menyemprotkan disinfektan di Gereja Katedral Bogor usai digunakan ibadah, Minggu (12/7/2020). Mulai Sabtu (11/7/2020), Gereja Katedral Bogor mulai menggelar misa percobaan di masa transisi kenormalan baru dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan antara lain mewajibkan penggunaan masker, hand sanitizer, serta membatasi kuota jumlah umat yang datang ke gereja sebanyak 200 orang setiap misa. 

TRIBUNKALTIM.CO, SEMARANG - Kehati-hatian dan kewaspadaan tinggi diterapkan pengurus Gereja Katolik di wilayah Jawa Tengah. Pasalnya beberapa wilayah masih berstatus zona merah.

Sejumlah Gereja Katolik di Jawa Tengah memutuskan penundaan misa saat akhir pekan. Pasalnya, kasus Covid-19 meningkat di wilayah Jawa Tengah.

Selain itu, sejumlah daerah juga masih masuk dalam kategori zona merah Covid-19. Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang ( HAK KAS ), Romo Eduardus Didik Cahyono menyebut terdapat 20 lebih Gereja Katolik yang memutuskan menunda misa.

Pelaksanaan misa sedianya akan digelar 18 Juli kemarin, terpaksa ditunda sembari menunggu kasus Covid-19 melandai. Kendati demikian, misa tetap bisa diikuti oleh umat Katolik secara daring melalui live streaming.

"Kalau di wilayah Kevikepan Semarang, kita dapat laporan ada 20 lebih gereja Paroki yang pilih menunda misa. Apalagi sesuai edaran Gubernur Jawa Tengah, daerah dengan Covid-19 tertinggi memang dilarang menimbulkan kerumunan masyarakat dalam jumlah banyak," kata Didik saat dihubungi, Senin (20/7/2020).

Baca juga; Tingkatkan Pengamanan Ibadah Umat Katolik, Polres PPU Imbau Selalu Terapkan Protokol Kesehatan

Baca juga; Gubernur Ganjar Pranowo Sebut Suara 3 Suster Katolik Nyanyikan Lagu Idul Fitri Bagus, Videonya Viral

Atas pertimbangan tersebut, pengelola gereja berinisiatif menunda misa di antaranya di Weleri, Kendal, Kota Semarang, Demak, Ungaran, Ambarawa, Demak, Jepara, Grobogan dan Solo.

Dia mengatakan, Uskup Agung Monsinyur Robertus Rubiyatmoko telah mengeluarkan aturan untuk beribadah misa mulai 18 Juli, akan tetapi mekanisme pelaksanaannya diserahkan sesuai kebijakan setiap gereja.

"Memang Bapa Uskup sudah mengizinkan kita untuk misa di gereja. Tapi pelaksanaan di lapangan diserahkan ke masing-masing Paroki. Dalam teknisnya di Semarang, semuanya memilih menahan diri dulu. Soalnya Semarang kan zona merah Covid-19. Paling tidak sampai awal Agustus," katanya.

Sebagai pastor di Gereja Bongsari, pihaknya mengaku belum siap menggelar misa karena kesulitan mendata umat yang berusia 10-45 tahun. Selain itu, katanya, tim gugus tugas gereja belum siap menghadapi kedatangan umat dalam jumlah banyak.

"Kita kan harus menata parkirnya juga agar tidak mepet-mepet. Dan harus mendata siapa saja yang sehat dan umurnya berapa aja. Yang jelas kita belum siap dari segi SDM-nya," terangnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Covid-19 Masih Tinggi, 20 Gereja Katolik di Jateng Tunda Misa"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved