Sering Beraksi Sampai Pulau Kalimantan, Empat Perompak Ditangkap di Kepulauan Seribu

Direktorat Kepolisian Air dan Udara Polda Metro Jaya berhasil meringkus komplotan perompak atau bajak laut yang kerap beroperasi di perairan Jakarta

Editor: Samir Paturusi
Ilustrasi. Polisi berhasil penangkap empat perompak di Pulau Seribu 

"(Nelayan) diancam dengan senjata api kemudian juga dengan senjata tajam yang ada," kata Yusri.

Dalam setiap aksinya, mereka mengincar hasil tangkapan ikan yang dibawa nelayan.

Bahkan, para tersangka juga kerap kali menggasak cadangan bahan bakar dari kapal-kapal nelayan.

"Jadi bukan cuma ikan saja, uang saja, bahkan BBM milik nelayan pun itu dijarah oleh mereka," ungkap Yusri.

Setelah penangkapan pada Minggu lalu, penggeledahan terhadap kapal perompak ini pun dilakukan.

Hasilnya, sejumlah barang bukti hasil perampokan ditemukan di dalam tempat penyimpanannya.

Barang-barang yang ditemukan dari kapal mereka di antaranya cumi-cumi sebanyak enam box atau sekitar 700 kilogram, satu buah air soft gun, serta senjata tajam.

Adapun atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 365 dan Pasal 368 KUHP, UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api serta UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan.

Beraksi hingga ke Kalimantan

Komplotan bajak laut yang diringkus polisi di perairan Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, nyatanya memiliki jangkauan operasi yang luas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, para perompak ini tak hanya beroperasi di sekitaran perairan Teluk Jakarta atau Kepulauan Seribu saja.

Mereka bisa mencari kapal nelayan dan dijadikan target perompakan sampai ke lautan Pulau Kalimantan.

"Luasnya mereka melakukan perompakan ini bukan cuma di daerah Jakarta saja, tapi sampai dengan Bangka Belitung dan sampai Kalimantan," kata Yusri di Mako Ditpolair Polda Metro Jaya, Senin (20/7/2020).

Keempat tersangka yang masing-masing bernama Bastiar (22), Baharudin (36), Arnis Supriyadi (30), dan Udin (42), diketahui sudah beroperasi selama dua tahun belakangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved