Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Demmu Hadiri Musrenbang di Desa Sepatin, Warga Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan Tower

warga meminta agar tower bisa segera dibangun, sehingga jaringan telekomunikasi bisa segera terpasang

HUMAS DPRD KALTIM
MUSRENBANG DESA - Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu (baju batik) saat menghadiri Musrenbang Desa Sepatin, Kecamatan Anggan,Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (20/7/2020). 

SAMARINDA - Melalui Wakil Rakyat asal Dapil Kutai Kartanegara Baharuddin Demmu, warga Desa
Sepatin, Kecamatan Anggana, Kabupetan Kukar, mempertanyakan kelanjutan rencana pembangunan
tower untuk jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut.

Di depan Anggota DPRD Kaltim ini, warga meminta agar tower bisa segera dibangun, sehingga jaringan
telekomunikasi bisa segera terpasang untuk memudahkan warga dalam mendapat dan memberikan
informasi.

“Melalui Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kaltim saat itu telah dilakukan serangkaian
perencanaan sejak 2018 lalu,” ujarnya.

Jaringan telekomunikasi sebut dia, sangat mendesak untuk memudahkan jalur komunikasi dan
penyampaian informasi dari daerah tersebut.

“Karena, ketika terjadi kecelakaan di laut akibat tidak adanya jaringan maka dua hingga tiga hari baru bisa sampai laporannya. Ini tentu menjadi persoalan tersendiri,” kata Demmu, sapaan akrabnya, usai menghadiri musrenbang di Desa Sepatin, Senin (20/7/2020).

Politikus PAN ini menambahkan, keterbatasan jaringan menjadi penyebab utama daerah pesisir sulit
berkembang, sementara kemajuan suatu daerah harus ditunjang infrastruktur yang memadai. Selain itu,
perkembangan ekonomi pun ikut terkendala.

“Coba jika kepala daerah atau pejabat pemerintah ke Desa Sepatin, maka komunikasi akan terputus
dengan keluarga yang ada di kota. Setidaknya pembangunan tower sangat penting agar tidak terus
menerus menjadi daerah yang terisolasi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Demmu menyayangkan potensi unggulan yang dimiliki Desa Sepatin sebagai daerah
penghasil udang tidak bisa berkembang akibat sulitnya jaringan.

“Seandainya jaringan di daerah inilancar, maka penjualan udang untuk dijual ke daerah lain akan lebih mudah,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan dia, masalah fatal yang mungkin timbul dari tidak adanya jaringan bisa saja
terjadi. Seperti ketika ada potensi tsunami yang mengancam.

“Karena desa ini memang berada di tengah laut. Sehingga potensi itu pasti ada,” kata Demmu.

Kendati demikian, Anggota Komisi II DPRD Kaltim ini tetap mengapresiasi sejumlah bantuan dari APBD
Kaltim dan APBN yang telah terealisasi. Namun kedepan, ia mengharapkan agar usulan-usulan lain yang
telah disampaikan ke Pemprov Kaltim agar bisa segera terealisasi, seperti bantuan bagi nelayan.
(adv/hms5/hms6)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved