Proses Pencarian ABK yang Hilang di Perairan Muara Pantuan Masih Berlangsung

Sejak dikabarkan hilang pada Senin (20/7/2020), ABK Kapal pengangkut sayur yang hilang di perairan Muara Pantuan, Anggana, Kutai Kartanegara masih dal

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Rahmad Taufiq
HO/KPP BALIKPAPAN
Rescuer Pos KPP Kutai Timur saat proses pencarian ABK Kapal Sumber Rizki, Muhammad Halil yang diduga hilang di perairan Muara Pantuan, Anggana, Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Sejak dikabarkan hilang pada Senin (20/7/2020), ABK Kapal pengangkut sayur yang hilang di perairan Muara Pantuan, Anggana, Kutai Kartanegara masih dalam proses pencarian.

"Hari ini sudah menyusuri sekitar 4.700 meter persegi ke lokasi yang diduga korban berada. Namun hasilnya masih nihil," kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto, Rabu (22/7/2020).

Pencarian hari ini dilakukan sejak pagi hingga pukul 17.30 Wita. Cuaca cerah saat proses pencarian, namun kondisi ombak yang cukup tinggi dan harus melawan arus menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR saat mencari korban.

"Pencarian secara maksimal akan terus dilakukan sekitar 4 hari ke depan," kata Octavianto.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta menerima laporan anak buah kapal (ABK) Sumber Rizki Muhammad Halil, 31 tahun, hilang di perairan Muara Pantuan, Anggana, Kutai Kartanegara.

Hal itu diungkapkan Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto, Senin malam (20/7/2020).

Baca juga: UPDATE Pembunuhan Editor Metro TV, Pemilik Sidik Jari di Pisau dan Saksi Kunci Kematian Yodi Prabowo

Baca juga: KABAR DUKA Staf Balaikota Samarinda yang Terkonfirmasi Positif Covid-19 Meninggal Dunia Hari Ini

"Infomasi diterima pada Senin, 20 Juli 2020 pukul 21.00 Wita," kata Octavianto melalui keterangan tertulis, Selasa (21/7/2020) pagi.

Sekitar 20 menit usai menerima informasi, tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan langsung bergerak menuju ke lokasi, dan tiba di perairan Muara Pantuan pukul 02.40 Wita, Selasa dini hari.

Dari identitas yang dihimpun, Muhammad Halil merupakan warga Desa Lamungang Batu, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Octavianto memaparkan kronologi yang dihimpun, di mana Kapal Sumber Rizki bermuatan sayur kondisi kosong dari pasar pagi Samarinda menuju Palu.

"Dicurigai (Halil) terjatuh dari kapal dan baru disadari teman-teman korban setelah 29 mil dari Muara Pantauan," kata Octavianto.

Saat ini, operasi pencarian masih berlangsung. Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Kutai Timur bergerak menuju LKP menggunakan RIB 9 M dengan POB 4 orang, terdiri dari 1 orang motoris dan 3 orang rescuer.

"Unsur yang terlibat dalam proses pencarian ialah Rescuer Pos KPP Kutai Timur, Pol Air Kukar, TNI AL Anggana, relawan, dan keluarga korban," ucap Octavianto. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved