Virus Corona di Balikpapan

PHRI Balikpapan Inginkan Penghapusan Pajak Hotel, Berkaca pada Yogyakarta Ada Tax Amnesty

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Balikpapan ( PHRI Balikpapan ), Sahmal Ruhip, menjelaskan menyongsong new normal, tingkat hunian

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Kondisi hotel di Kota Balikpapan Kalimantan TImur tutup sebelum ada pandemi Corona. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Balikpapan ( PHRI Balikpapan ), Sahmal Ruhip, menjelaskan menyongsong new normal, tingkat hunian kamar belum meningkat signifikan, Kamis (23/7/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sudah menjadi rahasia umum bahwa industri perhotelan terkena dampak luar biasa dari pandemi Corona atau covid-19 di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.

Perekonomian yang melambat, dirasakan hampir semua lini usaha yang ada di Kota Balikpapan

Demikian dibeberkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Balikpapan ( PHRI Balikpapan ), Sahmal Ruhip, menjelaskan menyongsong new normal, tingkat hunian kamar belum meningkat signifikan.

Apalagi untuk hotel di Kota Balikpapan yang baru membuka operasional kembali setelah tutup sementara waktu berapa bulan belakangan.

Baca Juga: Ikuti Kebijakan Pusat, Pemkot Balikpapan Hanya Terima Pasien Covid-19 dengan Kondisi Berat

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Tidak Ada Tambahan Kasus PDP, ODP, 9 Pasien Masih Dirawat

"Untuk bangkit kembali susah, meski teman-teman pelaku perhotelan terus survive," ujar Sahmal kepada TribunKaltim.co pada Kamis (23/7/2020).

Hal ini menjadi kendala, bahkan ungkap Sahmal, ada hotel yang sebelumnya tutup dan membuka operasional kembali, okupansinya tetap di bawah 10 persen.

Selain itu, pelaku usaha sektor perhotelan dan restoran pun masih mengalami kendala, diantaranya pajak dan retribusi.

Baca Juga: Diguyur Hujan, Jalanan di Pesona Bukit Batuah Balikpapan Licin, Warga Inisiatif Beri Bebatuan

Baca Juga: Siswa di Kukar Belum Aktif Belajar, 13 Juli 2020 Jadwal Masuk Sekolah, Masih Perkenalan via Daring

"Sejauh ini belum ada tax amnesty (pengampunan pajak, red). Harusnya pemerintah memberikan ini. Kami ini pusing. Apalagi belum ada perhatian khusus dari pemerintah," ungkapnya.

Sahmal tetap bertekad bahwa pandemi Corona seperti ini harusnya ada penghapusan pajak. Seperti yang dilakukan daerah lain.

Salah satunya Yogyakarta. Tax amnesty, menurutnya, sangat dibutuhkan, mengingat kondisi hotel yang tengah terpuruk.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved