Breaking News:

Curah Hujan Diprediksi Tinggi di Bulungan, Waspadai Banjir BPBD Terus Pantau Hulu Sungai

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan, Ali Patokah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi terjad

TRIBUNKALTIM.CO/AMIRUDDIN
Kepala BPBD Bulungan, Ali Patokah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi terjadinya banjir di Bulungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan, Ali Patokah mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi terjadinya banjir di Bulungan.

Apalagi, kata dia, curah hujan yang tinggi diprediksi bakal terjadi mulai Juli di Kaltara, khususnya Bulungan.

"Masih prediksi, kalau biasanya mulai pertengahan tahun itu kemarau dan ada potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi tahun ini diprediksi curah hujan yang tinggi.

Meskipun masih prediksi, kami di BPBD Bulungan tetap harus waspada, baik terhadap banjir ataupun karhutla," kata Ali Patokah kepada TribunKaltim.co, Jumat (24/7/2020).

Ali Patokah menambahkan, saat ini pihaknya terus memantau curah hujan di hulu sungai yang ada di Bulungan, seperti di Sungai Kayan, Pujungan, Wahau dan sungai lainnya di Bulungan.

Selain itu, kata dia, BPBD Bulungan juga memantau akses menuju daerah hulu sungai.

"Misalnya di Peso itu terus kita pantau curah hujan, dan akses menuju ke sana. Hal itu sebagai langkah antisipasi jika terjadi banjir di sana, yang aksesnya sulit dijangkau.

Baca juga: KPK Periksa Kasus Korupsi Bupati Kutim, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman Beri Pengamanan

Baca juga: KPK Periksa Para Saksi Dugaan Korupsi yang Seret Bupati dan Ketua DPRD Kutim di Polresta Samarinda

Jadi saat terjadi banjir, kita sudah siap melakukan evakuasi," ujarnya.

Ali menambahkan, pihaknya tetap berupaya mengoptimalkan peralatan yang dimiliki BPBD Bulungan, guna mengantisipasi terjadinya bencana, termasuk menyiagakan sekitar 50-an personel yang dimiliki.

"Kita tentu harus bersiap semampu kami. Kalau memasuki musim hujan, kita intens pantau curah hujan di hulu. Sedangkan jika memasuki musim kemarau, kita akan maksimalkan patroli pencegahan karhutla," tuturnya.

Sekadar diketahui, tahun lalu karhutla di Bulungan menjadi perhatian karena diperkirakan ada sekitar ratusan hingga ribuan hektare yang terbakar.

Akibatnya, kabut asap pun menyelimuti daerah yang juga pusat pemerintahan Kaltara tersebut.

Namun di Bulungan juga pernah terjadi banjir, yang menyebabkan sejumlah wilayah terendam air. (*)

Penulis: Amiruddin
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved