Breaking News:

Memahami Stroke pada Bayi dan Anak

KEJADIAN stroke pada bayi dan anak sebenarnya ada, meskipun jarang ditemui di keseharian. Hal itu berpotensi mengancam jiwa serta masa depan bayi

KEJADIAN stroke pada bayi dan anak sebenarnya ada, meskipun jarang ditemui di keseharian. Hal itu berpotensi mengancam jiwa serta masa depan bayi dan anak. Orangtua perlu mewaspadai tanda, gejala, deteksi dini, dan tatalaksana stroke pada bayi dan anak, sehingga dokter dan tim medis dapat segera mengatasinya.

Stroke yang terjadi dari usia 28 minggu kehamilan hingga 28 hari kehidupan postnatal diklasifikasikan sebagai stroke bayi (perinatal stroke). Stroke yang terjadi setelah 28 hari postnatal hingga anak berusia 18 tahun diklasifikasikan sebagai stroke anak (childhood stroke).

Umumnya, stroke pada bayi dan anak dibedakan menjadi stroke akibat perdarahan (hemoragik), stroke akibat sumbatan (iskemik), stroke akibat jendalan atau gumpalan (CSVT atau cerebral sinovenous thrombosis).

Stroke pada bayi (perinatal stroke) secara umum dibagi dua, yakni stroke iskemik dan hemoragik. Angka kejadiannya cukup bervariasi. Stroke iskemik terjadi 1 dari 3500-10 ribu bayi baru lahir. Angka insidensi stroke hemoragik perinatal sebesar 1 per 6300 bayi lahir hidup. Angka prevalensi stroke hemoragik perinatal 6,2 per 100 ribu bayi lahir hidup.

Stroke pada anak (childhood stroke) juga dibedakan menjadi stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik memengaruhi 1-2 per 100 ribu anak setiap tahunnya di negara-negara maju.

Stroke hemoragik pada anak dapat berupa perdarahan intraserebral (ICH), perdarahan intraventricular (IVH), atau perdarahan subarachnoid (SAH). Adapun angka insidens stroke hemoragik pada anak sekitar 1-1,7 per 100 ribu anak per tahun.

Pada tahun 2013, terdapat 97.792 kasus stroke iskemik anak dan 67.621 stroke hemoragik anak. Jumlah itu menunjukkan peningkatan 35 persen dari keseluruhan prevalensi stroke pada anak sejak tahun 1990. Jelaslah bahwa problematika stroke anak telah menjadi isu kesehatan global.

Penyebab
Penyebab stroke iskemik adalah keberadaan sumbatan pembuluh darah arteri di otak. Umumnya karena jendalan atau gumpalan, yang dalam dunia kedokteran disebut sebagai thrombus atau thromboembolism.

Stroke itu melibatkan pembuluh darah otak (middle cerebral artery), dan menyerang beberapa area di otak, misalnya: otak besar (cerebellum), batang otak, thalamus, lobus temporal mesial (bagian samping otak), lobus occipital (bagian belakang otak).

Proses kematian sel (nekrosis) berlangsung cepat di inti daerah iskemik di otak, begitu pula apoptosis (kematian sel akibat bunuh diri) terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari di otak yang disebut sebagai daerah penumbra.

Halaman
1234
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved