Breaking News:

Sinergitas Karantina Pertanian Tarakan dengan Bea Cukai, Kakao Sebatik Berlayar ke Malaysia

Menjelang Idul Adha, lalu lintas barang semakin meningkat. Tidak hanya hewan kurban, tetapi juga komoditas lainnya seperti biji kakao.

HO
Sebanyak 1.500 kg biji kakao diperiksa pejabat Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Sebatik untuk memastikan biji kakao yang dilalulintaskan bebas dari OPT. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Menjelang Idul Adha, lalu lintas barang semakin meningkat. Tidak hanya hewan kurban, tetapi juga komoditas lainnya seperti biji kakao yang hasilnya akan digunakan pemiliknya untuk membeli kebutuhan Hari Raya Idul Adha, Jumat (24/7/20)

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan kembali memfasilitasi ekspor.

Sebanyak 1.500 kg biji kakao diperiksa pejabat Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Sebatik untuk memastikan biji kakao yang dilalulintaskan bebas dari OPT.

Sebanyak 1.500 kg biji kakao diperiksa pejabat Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Sebatik untuk memastikan biji kakao yang dilalulintaskan bebas dari OPT.
Sebanyak 1.500 kg biji kakao diperiksa pejabat Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Sebatik untuk memastikan biji kakao yang dilalulintaskan bebas dari OPT. (HO)

Tidak hanya itu, biji kakao tersebut juga dipastikan jumlah dan volumenya sesuai dengan permohonan.

Setelah dinyatakan bebas OPT, maka diterbitkan phytosanitary certifikate sebagai jaminan keamanan yang dipersyaratkan Malaysia.

Biji kakao senilai Rp 31.500.000 ini dilepas melalui Pelabuhan Sebatik dan akan berlayar menuju Malaysia.

Selama 2020, tercatat dalam Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST), ekspor kakao biji asal Sebatik tujuan Malaysia telah dilakukan 6 kali dengan total 12,291 ton senilai Rp 285.415.800.

Tidak hanya hewan kurban, tetapi juga komoditas lainnya seperti biji kakao yang hasilnya akan digunakan pemiliknya untuk membeli kebutuhan Hari Raya Idul Adha
Tidak hanya hewan kurban, tetapi juga komoditas lainnya seperti biji kakao yang hasilnya akan digunakan pemiliknya untuk membeli kebutuhan Hari Raya Idul Adha (HO)

Dalam waktu yang bersamaan, pejabat karantina pertanian Tarakan wilayah kerja Sebatik dengan Bea Cukai Nunukan bersinergi untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada eksportir kakao di Sebatik.

"Banyak potensi alam yang bisa dikembangkan lagi di perbatasan, tapi terkadang masyarakat belum memahami prosedurnya," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan, drh Akhmad Alfaraby.

"Untuk itu, bea cukai dan karantina hadir dalam memfasilitasi kegiatan ekspor yang sesuai prosedur," sambungnya. (*)

Penulis: Risnawati
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved