Breaking News:

Dampak Pelonggaran Aktivitas, Permintaan Jasa Seserahan di Balikpapan Naik 2 Kali Lipat

Larangan mengadakan acara yang menarik kerumunan massa, seperti pesta pernikahan, menekan pergerakan usaha parsel dan dekorasi seserahan selama pandem

Penulis: Heriani AM | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
Lita Yulita Sari, pemilik Seserahan Balikpapan By Tata Ismail mengaku permintaan seserahan naik 2 kali lipat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Larangan mengadakan acara yang menarik kerumunan massa, seperti pesta pernikahan, menekan pergerakan usaha parsel dan dekorasi seserahan selama pandemi Virus Corona ( covid-19 ).

Kendati begitu, pelonggaran aktivitas dengan dibolehkannya gelaran resepsi oleh Pemerintah Kota Balikpapan membuat banyak pelaku usaha bisa bernafas lega. Pundi-pundi rupiah diharap bisa masuk lagi ke kantong.

Jasa penyedia seserahan turut merasakan berkah ini. Pemilik Seserahan Balikpapan By Tata Ismail, Lita Yulita Sari mengaku bersyukur dengan kebijakan yang diambil pemerintah tersebut.

Peningkatan permintaan seserahan, menurutnya, naik 2 kali lipat.

"Permintaannya, Alhamdulillah naik 2 kali lipat. Kebetulan karena momen setelah lebaran Idul Adha kan banyak yang melangsungkan pernikahan," ujarnya, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Dampak Corona, Pilot Bergaji Rp 2 Juta Per Hari Viral, Lantaran Harus Ganti Kerja jadi Kurir Makanan

Baca juga: Pertanyakan Aturan di PDAM, DPRD Balikpapan Usul Biaya Pipa Induk tak Dibebankan ke Pelanggan

Angka ini termasuk pencapaian cukup signifikan di tengah masih mewabahnya Virus Corona.

Perempuan berhijab yang akrab disapa Tata ini sebelumnya menyebutkan, jika industri seserahan tidak mengalami dampak signifikan dari pandemi covid-19.

Permintaan seserahan tetap ada, meski tidak seramai saat sebelum pandemi. Ia menyebut pada bulan April dan Mei lalu, dalam seminggu tetap ada permintaan mulai dari 2 hingga 4 pesanan seserahan.

Baca juga: Kaget Lihat Suami Terkapar Tewas, Sang Istri Langsung Memeluk dan Ikut Meninggal, Disaksikan Anak

Baca juga: Pencarian ABK Kapal Pengangkut Sayur yang Hilang di Perairan Muara Pantuan Kukar Resmi Dihentikan

"Saat awal-awal pandemi di Kota Balikpapan, tetap ada permintaan 2 sampai 4 pesanan dalam seminggu. Karena ada masyarakat yang menggelar akad secara kekeluargaan saja tanpa mengundang banyak orang. Sekarang meningkat 100 persen dari itu," tuturnya.

Kebijakan pelonggaran aktivitas termasuk diperbolehkannya menggelar resepsi disambut baik oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang tersebut. Tentu tanpa mengindahkan protokol kesehatan yang berlaku sesuai SOP. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved