Breaking News:

Di Tengah Pandemi Covid-19, PT Pertamina Hulu Mahakam Realisasi Investasi US$ 105 Juta

Di tengah pandemi Covid-19, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) realisasi investasi US$ 105 juta tersebut mendukung 20 persen produksi WK Mahakam 2004.

HO
PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk usaha, mengumumkan dimulainya pekerjaan konstruksi 3 anjungan lepas pantai untuk Lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku  induk  usaha, mengumumkan dimulainya pekerjaan konstruksi 3 anjungan lepas pantai untuk Lapangan  Sisi  Nubi  dan South Mahakam.

Proyek dengan investasi sebesar US$ 105 juta tersebut akan mendukung 20 persen produksi WK Mahakam pada 2024.

Pengumuman dimulainya pekerjaan, dilakukan melalui penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Supply, Construction and Commissioning (EPSCC) dengan PT Meindo Elang Indah (MEI), di Jakarta, Senin (27/7).

Dalam upacara yang dilaksanakan secara daring, PTH Direktur Utama PHM, Danar Dodjoadhi, dan Direktur PT Meindo Elang Indah Stephanie Chan menandatangani kontrak EPSCC tersebut, disaksikan Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu, dan Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi.

Danar Dodjoadhi berharap produksi migas dari proyek ini akan mampu menopang 20 persen produksi WK Mahakam di tahun 2024.

“Pada saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 MMSCFD,” katanya.

Direktur Utama PHI Chalid Said Salim, menyampaikan kegembiraannya karena pemenang kontrak ini adalah perusahaan dalam negeri.

“Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas  perusahaan  nasional  agar  memiliki kemampuan tidak hanya di kancah nasional namun juga global,” tegasnya.

Lebih lanjut Chalid mengatakan kontrak EPSCC ini merupakan  bagian  penting  dalam  kegiatan produksi migas di WK Mahakam. Nilai kontrak mencapai US$ 105 juta, berdurasi 18 bulan, dengan komitmen TKDN sebesar 51,2%.

Sulistya Hastuti Wahyu dalam sambutannya menyambut baik realisasi proyek di tengah masa pandemi Covid seperti saat ini.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved