Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Program BSPS Telah Dinikmati 450 Warga Kutim, Irwan Pastikan Terus Berlanjut

Ketiga rumah tersebut, awalnya menggunakan dinding kedap air dengan tiang kayu seadanya

TRIBUNKALTIM.CO,– Satu per satu, program pembangunan dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Kutai Timur, terealisasi. Terkini, dari Kementerian PUPR RI, berupa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) telah dinikmati 450 keluarga kurang mampu di Kecamatan Sangatta Utara dan Kaubun.

 Di Kecamatan Sangatta Utara sebanyak 300 unit dan di Kecamatan Kaubun ada 150 unit rumah yang kurang layak, kemudian dibedah dengan penambahan material papan ulin. Melalui program BSPS yang digarap Kementerian PUPR RI atas usulan anggota Komisi V DPR RI perwakilan Kalimantan Timur, Dr H Irwan SIP MP.

Untuk melihat dari dekat, Irwan bersama rombongan Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan II  Kementerian PUPR RI, Nursal serta didampingi Kepala Perkim, Firnanda meninjau unit rumah yang dibedah melalui program tersebut. Ada tiga rumah yang ditinjau, yakni terletak di kawasan Kanal I, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

 Ketiga rumah tersebut, awalnya menggunakan dinding kedap air dengan tiang kayu seadanya. Kemudian, dibedah rumah dikelilingi papan kayu ulin, berikut tiang dan kusennya. Kini ketiga warga tersebut, yakni, Yayuk Krisnawati, Sulistyoningsih dan Irwan AS, merasa lebih tenang bisa sedang musim hujan. Karena tak ada lagi air yang masuk lewat celah dinding. 

“Program bedah rumah ini, sudah ada lama di Kementerian PUPR. Namun, alokasi untuk Kutai Timur, sebelumnya sangat sedikit. Tahun ini, dapat kita realisasikan 450 unit rumah. Ke depan secara bertahap, jumlahnya akan terus kita tambah. Karena dari informasi yang kami dapat di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kutai Timur, masih ada 8.500 unit rumah yang membutuhkan bantuan bedah rumah,” ungkap Irwan.

 Dengan harapan, dalam lima tahun ke depan, tidak ada lagi rumah warga di Sangatta yang jauh dari kata layak huni. Material pun langsung dikirim dan dikerjakan tukang. Sehingga warga penerima bantuan tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk program bedah rumah tersebut. “Kalau bisa, kita lakukan percepatan untuk merampungkan yang 8.500 unit itu. Karena program bedah rumah tidak hanya dari pemerintah, tapi bisa pula berkolaborasi dengan stakeholder dan pemerintah daerah. Jadi semua pihak ikut bersama-sama membangun bagi kesejahteraan warga yang kurang mampu,” kata Irwan.

 Sebelumnya, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Kalimantan II  Kementerian PUPR RI, Nursal mengatakan untuk Provinsi Kalimantan Timur, mendapat alokasi 3.000 unit program bedah rumah dari program BSPS tahun 2020 ini. Dari jumlah tersebut, 450 unit dialokasikan untuk Kutai Timur. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp 7,8 miliar, yakni Rp 17.500.000 per unit rumah.

 “Semua yang memperoleh bantuan bedah rumah, sudah melalui tahapan seleksi yang ketat oleh tim. Mereka yang mendapat bantuan diusulkan dalam bentuk by nam by address. Kemudian masuk dalam program Sibaru dan diverifikasi ulang oleh tim yang terjun langsung meninjau kondisi rumah. “Pemilihannya sangat selektif. Ada skala prioritas yang dibuat. Banyak yang diusulkan tapi belum masuk kategori yang prioritas, kami batalkan. Jadi mereka yang mendapatkan bantuan, benar-benar yang membutuhkan,” ujar Nursal.(*)

Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved