Unjuk Rasa di DPRD PPU

BREAKING NEWS Jelang Demonstrasi BAI di Gedung DPRD PPU, Polisi Berjaga, Ini Isu yang Diusung

Puluhan personel Kepolisian Resor Penajam Paser Utara ( Polres PPU ) dan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) terlihat berjaga-jaga

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Puluhan personel Kepolisian Resor Penajam Paser Utara ( Polres PPU ) dan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) terlihat berjaga-jaga di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Penajam Paser Utara ( DPRD PPU) di Jalan Provinsi Kilo 9, Kelurahan Nipah-Nipah Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Puluhan personel Kepolisian Resor Penajam Paser Utara ( Polres PPU ) dan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) terlihat berjaga-jaga di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Penajam Paser Utara ( DPRD PPU) di Jalan Provinsi Kilo 9, Kelurahan Nipah-Nipah Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam pantauan tim TribunKaltim.co pukul 10.00 Wita, terlihat sebanyak 60 personel dari anggota Polres PPU dan 38 personel dari Satpol PP Penajam Paser Utara siap menjaga ketertiban aksi damai nanti.

"Dari personel Polres PPU ada 60 yang dikerahkan dan siap menjaga aksi damai nanti yang dilakukan oleh BAI," kata salah satu anggota Polres PPU kepada TribunKaltim.co, Rabu (29/7/2020).

Penjagaan yang dilakukan oleh puluhan personel ini diketahui terkait adanya rencana aksi damai yang dilakukan Badan Advokasi Indonesia ( BAI ).

Baca Juga: Jadwal Puasa Arafah Kamis 30 Juli 2020, Simak Bacaan Niatnya dengan Lafal Latin dan Artinya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini, Rabu 29 Juli 2020, Menjelang Siang Berawan, Malam Udara Kabur

Dalam surat pemberitahuan, BAI akan melaksanakan aksi damai hari ini Rabu 29 Juli 2020 pada pukul 10.00 Wita.

Diketahui aksi damai yang dilakukan oleh BAI terkait dengan beberapa hal.

Puluhan personel Kepolisian Resor Penajam Paser Utara ( Polres PPU ) dan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) terlihat berjaga-jaga di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Penajam Paser Utara ( DPRD PPU) di Jalan Provinsi Kilo 9, Kelurahan Nipah-Nipah Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (29/7/2020).
Puluhan personel Kepolisian Resor Penajam Paser Utara ( Polres PPU ) dan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) terlihat berjaga-jaga di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Penajam Paser Utara ( DPRD PPU) di Jalan Provinsi Kilo 9, Kelurahan Nipah-Nipah Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (29/7/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI)

Yakni permasalahan pertanggungjawaban Penajam Paser Utara terhadap pengembalian aset tangki timbun yang telah dirusak.

Baca Juga: Ikuti Kebijakan Pusat, Pemkot Balikpapan Hanya Terima Pasien Covid-19 dengan Kondisi Berat

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Tidak Ada Tambahan Kasus PDP, ODP, 9 Pasien Masih Dirawat

Pencabutan Perbub no 22 tahun 2009 tentang pengendalian transaksi jual beli tanah di Penajam Paser Utara, terkait dipaksakannya proyek-proyek besar di masa pandemi covid-19.

Maraknya pelaksanaan nonjob di kalangan pejabat-pejabat ASN di Kabupaten Penajam Paser Utara dan terkait penggunaan dana penanganan covid-19 di Penajam Paser Utara.

( TribunKaltim.co )

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved