Breaking News:

Hujan Meteor Delta Aquariid di Langit Indonesia Malam Ini 29 Juli 2020, Bisa Dilihat Langsung

Siap-siap jika cuaca cerah, Anda bisa melihat hujan meteor Delta Aquariid di langit seluruh wilayah Indonesia malam ini, Rabu 29 Juli 2020.

Editor: Rita Noor Shobah
Asim Patel/Wikimedia Commons
ILUSTRASI - Hujan meteor Geminids di Belahan Bumi Utara 

TRIBUNKALTIM.CO -- Siap-siap jika cuaca cerah, Anda bisa melihat hujan meteor Delta Aquariid di langit seluruh wilayah Indonesia malam ini, Rabu 29 Juli 2020.

Fenomena alam ini bisa Anda lihat dengan mata telanjang tanpa membutuhkan bantuan alat lainnya. 

Malam ini ada fenomena langit hujan Meteor Delta Aquariid yang berada pada puncaknya.

Sehingga bagi Anda yang terjaga dini hari nanti, masih bisa menyaksikan meteor jika keadaan cuaca dan langit di tempat tinggal Anda mendukung.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang Diseminasi Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional ( LAPAN) Emanuel Sungging, hujan meteor sebenarnya bisa terjadi sepanjang tahunnya.

 Niat Puasa Arafah Menjelang Idul Adha, 9 Dzulhijjah 1441 H, Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

 Momentum Tepat Anak JokowiI Maju di Pilkada Solo, Pengamat Sebut Gibran Tak Ingin Ulangi Nasib AHY

 LIVE Tema Menarik ILC TV One Malam Ini ! Terkuak Fakta Baru Protes NU, Muhammadiyah, PGRI ke Nadiem?

 Mendikbud Nadiem Makarim Sebut akan Evaluasi POP, Sudah Terima Masukan dari Berbagai Pihak

Fenomena hujan meteor bisa terjadi karena dalam revolusi mengitari Matahari, Bumi senantiasa melewati wilayah yang tidak sepenuhnya hampa.

Penampakan itu terjadi, ketika melewati daerah yang terkontaminasi oleh debu komet, asteroid, atau debu-debuh kosmis lainnya.

Hujan Meteor Delta Aquariid Hujan Meteor Deltan Aquariid periode tahun 2020 mulai aktif sejak 12 Juli dan berakhir 23 Agustus mendatang.

Hanya saja, puncak terjadinya hujan Meteor Delta Aquariid ini adalah pada tanggal 28 dan 29 Juli 2020.

Emanuel menjelaskan, penamaan hujan Meteor Delta Aquariid, dikarenakan arah terjadinya hujan Meteor itu berasal dari wilayah bintang atau rasi sebagai petunjuk arah mengamati hujan meteornya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved