Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Kadispar Kaltim Ingatkan Destinasi Wisata Terapkan Protokol Covid-19, Jika Tidak Ingin Ditutup

Kondisi pariwisata Kalimantan Timur di Kutai Timur terdampak saat pandemi Covid 19 merebak di Kalimantan Timur sekitar pertengahan bulan Maret 2020.

(TribunKaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo)
Suasana pemilihan Duta Pariwisata 2018 di Big Mall Samarinda Kalimantan Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Kondisi pariwisata Kalimantan Timur di Kutai Timur terdampak saat pandemi Covid 19 merebak di Kalimantan Timur sekitar  pertengahan bulan Maret 2020.

Kadispar Kaltim Sri Wahyuni melalui handphone, Rabu (29/7/2020) menuturkan, kini sebagian destinasi wisata di Kaltim dibuka.

"Belum semua destinasi wisata dibuka karena harus berdasarkan pertimbangan dari tim Gugus Covid 19.

Dan ini perlu bertahap, bergantung pada kesiapan dan kondisi masing masing Kabupaten maupun kota. Reaktivasi wisata domestik di kabupaten/kota sesuai dengan yang direkomendasikan oleh tim gugus daerahnya dengan pertimbangan kondisi pandeminya," tuturnya.

Sri Wahyuni menekankan kesiapan dalam arti penerapan standar protokol covid-19 harus sesuai panduan, berikut kemampuan pengelola destinasi/industri pariwisata untuk penerapan protokol covid-19, baik kepada petugas atau pengunjungnya.

Baca juga; Pariwisata Kaltim Anjlok, 10.031 Orang Terdampak, Sri Wahyuni: Sudah Ratusan Restoran Tutup

Baca juga; Dinas Pariwisata Kaltim Tawarkan 62 Daftar Atraksi Wisata Dalam Calender of Event 2020

"Dan bukan hanya saat awal awal ketika dibuka saja taat protokol kesehatan Covid 19, tapi selama masa adaptasi kebiasaan baru," ungkapnya.

 Sri Wahyuni menilai pentingnya peran masyarakat saling membantu tim gugus tugas dalam penerapan protokol Covid 19

 "Pengawasan darj masyarakat akan membantu tim gugus setempat untuk penerapan protokolnya. Jika tidak menerapkan protokol covid-19, tempat usaha pariwisata tersebut bisa dievaluasi  kembali  untuk ditutup sementara oleh tim gugus setempat. 

Reaktivasi wisata domestik juga dimaksudkan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat  bahwa berwisata secara aman akan mencegah penyebaran covid-19 di samping memulihkan ekonomi di sektor pariwisata," jelasnya.

 Sri Wahyuni juga menambahkan pada masa pandemi Covid -19 dan pemulihan, pelaksana event dengan jumlah peserta terbatas.  "Untuk  panduan protokol event, kita masih menunggu handbook event dari Kemenparekraf yang masih digodok," ujarnya. 

Selanjutnya even tahunan pemilihan duta wisata dan putri pariwisata untuk tingkat provinsi tidak dilaksanakan. 

"Pada tingkat nasional juga tahun ini tidak dilaksanakan. Untuk  mendukung upaya reaktivasi wisata domestik, para duta wisata & putri pariwisata sudah ada  dan akan membantu publikasi protokol covid-19 di destinasi wisata dan industri pariwisata lainnya," tuturnya. (nev)

Penulis: Nevrianto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved