Breaking News:

LKBH PERMAHI Duga Ada Permainan Kasus di Polresta Samarinda,15 Laporan Warga tak Ditindaklanjuti

LKBH PERMAHI mengirim surat terbuka kepada Inspektorat Pengawasan Daerah Kepolisian RI Wilayah Kaltim terkait permintaan penjelasan 15 laporan masyara

TRIBUNKALTIM.CO, M RIDUAN
Sekertaris LKBH Abdul Rahim melakukan jumpa pers kepada awak media di Cafe Mawar, jalan Mawan, Selasa (28/7/2020) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lembaga Konsultan dan Bantuan Hukum Perhimpuanan Mahasiswa Hukum Indonesia ( LKBH PERMAHI ) mengirim surat terbuka kepada Inspektorat Pengawasan Daerah Kepolisian RI Wilayah Kaltim terkait permintaan penjelasan 15 laporan masyarakat yang hingga sampai saat ini belum ditindaklanjuti.

Dalam surat itu disebutkan, sehubungan dengan rujukan laporan masyarakat masih terdapat pengabaian dan pengacuhan terhadap laporan masyarakat yang ditandai dengan tidak adanya surat perintah penyidikan,

Padahal telah berlangsung bahkan ada yang lebih dari satu tahun, sehingga hal ini sangat membuat frustasi masyarakat dalam menggunakan haknya sebagai warga negara dalam mencari perlindungan dan pengayoman kepada penegak hukum di wilayah Samarinda Kalimantan Timur.

Sekretaris LKBH PERMAHI, Abdul Rahim mengatakan bahwa laporan tersebut beberapa di antaranya sebagian telah terbit Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan ( SP2HP) yang mana telah memeriksa saksi pelapor dan saksi -saksi peristiwa lainnya berikut alat bukti dokumen yang dibutuhkan.

"Namun dapat dilihat di sini masih terdapat beberapa laporan atas nama Imansyah, Ahlan Sidik dan Sulianyah bahkan belum dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi peristiwa, sehingga terkesan seperti hanya pemenuhan formalitas semata yang kenyataannya tidak kunjung dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujarnya saat melakukan conference pers di Cafe Mawar, Jalan Mawar pada Selasa (28/7/2020) lalu.

Baca juga; Besok Hari Terakhir KPK Periksa Saksi Terkait Kasus Korupsi Bupati Kutim di Polresta Samarinda

Baca juga; Bupati Kutim OTT, KPK Masih Lakukan Pemeriksaan di Polresta Samarinda, Hari ini 8 Saksi Diperiksa

Abdul Rahim menduga adanya permaianan terkait laporan yang tidak kunjung ditindaklanjuti sehingga hal ini sangat merugikan pelapor sebagai warga negara yang patuh terhadap perintah Pasal 108 Ayat (1) dan (2) KUHAP.

"Bagi para korban masyarakat 15 kasus tersebut merupakan seluruh Laporan Kejahatan yang sangat serius karena melibatkan oknum-oknum penegak hukum bahkan oknum di tubuh Polri," ucapnya.

Adapun 15 kasus tersebut di antaranya Laporan dari Achmad AR AmJ terkait pemalsuan surat, Kesaksian palsu atas sumpah pada PN samarinda, dan fitnah, dan laporan warga bernama Lisia Hanry Sulistio, Imansyah, Ahlan Sidik Siti Zainab, Suliansyah, Abdul Rahim terkait pemalsuan surat salinan putusan perkara.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved