Breaking News:

Mewujudkan Pilkada Kaltim "Pesta Demokrasi" Menyenangkan

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) sering menggunakan istilah "pesta demokrasi" dalam mempromosi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020

MI
Ilutrasi pengamanan Pilkada 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) sering menggunakan istilah "pesta demokrasi" dalam mempromosi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, termasuk yang akan digelar di Kalimantan Timur.

Presiden Joko Widodo pun pernah menyatakan memakai "pesta demokrasi" guna merujuk Pemilu Serentak 2019. "Rakyat menyambut pesta demokrasi itu dengan kegembiraan, dengan antusiasme tinggi, serta kedewasaan politik yang semakin matang," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraannya pada 16 Agustus 2018 lalu.

Dikutip dari tirto.id, ("https://tirto.id/pesta-demokrasi-istilah-pemilu-ciptaan-daripada-soeharto-dbqJ" https://tirto.id/pesta-demokrasi-istilah-pemilu-ciptaan-daripada-soeharto-dbqJ), Pemilu di Indonesia yang pertama kali dijuluki "pesta demokrasi" ialah Pemilu 1982. Yang memberi julukan itu, tidak lain, adalah Presiden Soeharto.

John Pamberton menuliskan dalam "Notes on the 1982 General Election in Solo" (1986), kata "Pesta Demokrasi" kerap diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi "Festival of Democracy". Namun, kata "festival" yang menggambarkan perayaan, menurut Pamberton, sebetulnya kurang tepat menggantikan kata "pesta".

Nah, apakah Pilkada Serentak 2020 yang akan berlangsung Desember nanti menjadikan sebuah pesta demokrasi yang menyenangkan. Tahun ini adalah Pilkada dengan jumlah daerah terbanyak, yakni 270 daerah. Dibanding dari penyelenggaraan Pilkada sebelumnya, yang mana pada Pilkada serentak 2018 hanya diikuti 171 daerah.

Tentu kita berharap pelaksanaan Pilkada Serentak, khususnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berlangsung seara demokratis, aman, tertib, dan damai dalam suasana yang menyenangkan. Sejumlah calon kepala daerah, baik yang diusung partai politik maupun perseorangan (independent) memilik cara dan strategi berbeda dalam menarik simpatisan masyarakat pemilih.

Panasnya suhu politik menjelang pelaksanaan Pilkada memang tidak bisa kita hindari. Namun, kedewasaan kita dalam berpolitik haruslah mampu mendinginkan suasana, sehingga terwujudlah Pilkada Serentak sebagai pesta demokrtasi yang menyenangkan.

Pilihan boleh beda, namun tujuan kita adalah sama, yakni mendapatkan pemimpin (kepala daerah) yang didukung masyarakat dan mampu menjalankan amanahnya dengan baik. Sukses tidaknya pelaksanaan Pilkada tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara, namun juga peran seluruh komponen masyarakat.

Sejauh ini penyelenggaraan pesta demokrasi dapat dikatakan lancar, damai, bahkan terlihat kian “mapan”. Akan tetapi, proses dan capaian perubahan masih belum sesuai yang d iharapkan. Corak reformasi politik justru makin kabur dikacaukan oleh banyaknya kasus korupsi, kegaduhan manuver politik , serta sejumlah dugaan kecurangan yang menyertai hingar bingar pesta demokrasi.

Pada proses inilah komitmen kita diuji apakah pilkada bersih, jujur dan adil hanya sebatas slogan ataukah sudah menjadi prinsip bersama yang harus kita pegang dan wujudkan.

Halaman
12
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved