Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Kepala BNNP Kaltara Sebut Masih Banyak Aparatur Negara di Kaltara yang Bermain Narkotika

Ia menambahkan, BNN dan instansi lain yang terkait sedang berupaya berjuang bagaimana agar peredaran narkoba ini kita tekan sekecil mungkin

TRIBUNKALTIM.CO,- Kepala Badan Narkotika Nasiona Provinsi Kalimantan Utara (BNNP Kaltara) Brigjen Pol Henry Simanjuntak mengatakan masih banyak aparatur negara yang terlibat dalam peredaran narkotika utamanya di Kaltara.

Ia menambahkan, BNN dan instansi lain yang terkait sedang berupaya berjuang bagaimana agar peredaran narkoba ini kita tekan sekecil mungkin, tapi masih ada juga oknum-oknum dari aparatur negara yang terlibat di dalam sindikat peredaran narkotika tersebut.

"Ini yang lain-lain belum terungkap, ada saatnya nanti terungkap nanti baru ketahuan.

Kita kan melakukan penyelidikan-penyelidikan juga dan masyarakat juga sebenarnya tau cuman karena belum terbukti oknum-oknum itu ya belum bisa kita ungkap gitu ke umum. Nanti pasti ada waktunya," bebernya, Rabu (29/7/20)

Ia berharap para oknum-oknum tersebut dapat segera sadar dan menjadi contoh baik bagi masyarakat Kaltara.

"Ada dari Penegak hukum, yudikatif, eksekutif juga ada. Yang kemarin yang beberapa waktu lalu kan dari Dinas Perhubungan ya, itu mewakili eksekutif. Nanti legislatif. Ada juga nanti itu," sebutnya

Jangankan itu, kaum akademisi pun kata dia ada juga yang bermain-main dengan peredaran narkotika.

Melalui Brigjen Pol Henry pula diketahui bahwa penangkapan pelaku pembawa narkotika jenis sabu seberat 7 Kg dari Tawau Malaysia oleh Satgas Pamtas Yonif 623/BWU merupakan seorang Dosen.

"Jadi susah mau menyadarkan, kita mau menyadarkan masyarakat sementara aparatur pemerintah sendiri pun masih tidak peduli, masih mau main-main. Jadi dianggap enteng," tandasnya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat jikalau tau mengenai peredaran narkotika, segera dilaporkan minimal ke RT masing-masing, jangan sampai masyarakat juga ikut melindungi.

"Sebenarnya sebagian ada yang takut sebagian juga ada juga masyarakat yang menikmati dari komunitas (pengedar narkotika) itu. Kita kan tidak bisa sembarang membuktikan tanpa alat bukti yang lengkap gitu kan," ungkap dia.

Namun, kata dia, itu tidak menjadi masalah, karena yang terpenting adalah data informasi yang semakin hari semakin lengkap.

"Mudah-mudahan tiba waktunya nanti, orang-orang yang bermain itu yang belum terjangkau oleh hukum ada waktunya akan terjangkau oleh hukum juga," tutup dia (*)

Editor: Faizal Amir
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved