Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Massa Aksi Puluhan Warga Datangi Kantor DPRD PPU, Warga : Anggota DPRD Jangan Tidur

"Kebijakan tak pro rakyat, kami merasa dirugikan," ujar perwakilan dari Staff Khusus DAI, Rohman Wahyudi, Rabu (29/7/2020)

TRIBUNKALTIM.CO,- Puluhan warga dan Badan Advokasi Indonesia (BAI) Kalimantan Timur melakukan aksi massa terkait dengan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro kepada rakyat di depan kantor Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara tepat pada pukul 11.00 WITA, Rabu (29/7/2020) pagi.

"Kebijakan tak pro rakyat, kami merasa dirugikan," ujar perwakilan dari Staff Khusus DAI, Rohman Wahyudi, Rabu (29/7/2020).

Aksi damai yang dilakukan oleh DAI dan puluhan warga tersebut diketahui menuntut kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro kepada rakyat dan rakyat merasa dirugikan oleh pemerintah. Sementara itu anggota DPRD PPU dinilai tidak ada tindakan apapun terkait hal tersebut.

"Kebijakan tak pro rakyat, kami merasa di rugikan, DPRD Hanya menutup telinga, menutup mata, jangan tidur!!! masih banyak yang perlu di perbaiki di Kabupaten PPU," ujarnya.

Diketahui aksi damai yang dilakukan oleh DAI  terkait dengan beberapa hal yakni permasalahan pertanggungjawaban PPU terhadap pengembalian aset tangki timbun yang telah dirusak, pencabutan perbub no 22 tahun 2009 tentang pengendalian transaksi jual beli tanah di PPU. Kemudian terkait dipaksakannya proyek-proyek besar dimasa pandemi Covid-19, maraknya pelaksanaan non-job bagi pejabat-pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten PPU dan terkait penggunaan dana penanganan Covid-19 di PPU.

Sekira terdapat sebanyak 50 orang lebih yang berpartisipasi dalam aksi damai tersebut. Sampai berita ini diturunkan, seluruh peserta aksi diruang rapat lantai tiga kantor DPRD PPU sedang melakukan audiensi bersama para anggota.(*)

Editor: Faizal Amir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved