Breaking News:

Virus Corona di Kukar

Sekolah Umum dan Madrasah di Kukar Belajar via Daring, Hanya Pesantren yang Belajar Tatap Muka

Selain sekolah umum, sekolah Madrasah yang berada dibawah naungan Kemenerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar )

TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Kepala Kemenag Kukar, Mukhtar. Selain sekolah umum, sekolah Madrasah yang berada dibawah naungan Kemenerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ) Provinsi Kalimantan Timur juga saat ini melakukan sistem belajar dalam jaringan ( daring ). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Selain sekolah umum, sekolah Madrasah yang berada dibawah naungan Kemenerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ) Provinsi Kalimantan Timur juga saat ini melakukan sistem belajar dalam jaringan ( daring ).

Hanya sekolah di pesantren saja yang melakukan kegiatan belajar-mengajar tatap muka. Hal itu diungkapkan Kepala Kemenag Kukar, Mukhtar kepada TribunKaltim.co, saat ditemui di kantornya.

“Kenapa bisa tatap muka, karena pesantren itu muridnya itu-itu saja, tidak ada yang keluar masuk,” ujarnya pada Rabu (29/7/2020).

Namun ucap dia, sebelum pesantren tersebut dibuka, pengurus pesantren tersebut harus melaporkan terlebih dahulu ke tim gugus tugas covid-19 Kukar dan kemudian diberikan rekomendasi, lalu santri yang akan masuk pondok harus melampirkan surat keterangan hasil tesnya.

Baca Juga: Jadwal Puasa Arafah Kamis 30 Juli 2020, Simak Bacaan Niatnya dengan Lafal Latin dan Artinya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini, Rabu 29 Juli 2020, Menjelang Siang Berawan, Malam Udara Kabur

“Kemudian di dalam pondok di tes juga suhu tubuhnya dan sistem belajar di kelas tetap menerapkan sosial distancing,” jelasnya.

Mukhtar menerangkan, sistem manajemen di pondok pesantren juga diatur sesuai protokol kesehatan pandemi Corona atau covid-19, dimana aealnya dalam satu kamar yang biasanya diisi sampai 5 santri, saat ini dikurangi menjadi sekitar 3 santri saja.

“Di dalam kelas juga gitu, biasanya satu kelas ada 30 santri, sekarang dikurangi menjadi 20 santri saja,” pungkasnya.

Baca Juga: Ikuti Kebijakan Pusat, Pemkot Balikpapan Hanya Terima Pasien Covid-19 dengan Kondisi Berat

Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Tidak Ada Tambahan Kasus PDP, ODP, 9 Pasien Masih Dirawat

Ia menambahkan, pengajar di pondok pesantren juga diatur, untuk ustadz dan ustadzah yang berada di dalam pesantren dapat melakukan belajar tatap muka.

“Tapi kalau ustadz dan ustadzah yang tinggal di luar pesantren hanya melakukan pembelajaran lewat daring,” tutupnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved