Breaking News:

Geliat Ekspor Kayu Olahan di Perbatasan di Era Kenormalan Baru

Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian (BKP) Klas II Tarakan kembali memfasilitasi ekspor kayu olahan.

HO
Pejabat Karantina Pertanian Tarakan melakukan pemeriksaan terhadap kayu olahan yang siap dikirim ke Amerika Serikat, Rabu (29/7/2020) kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN - Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian (BKP) Klas II Tarakan kembali memfasilitasi ekspor kayu olahan.

Sebanyak kurang lebih 36 M3 kayu olahan asal Kalimantan Utara produksi BUMN PT Inhutani Persero I diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai ekonomis Rp 550 juta.

Pejabat Karantina Pertanian Tarakan telah melakukan pemeriksaan fisik terhadap kayu olahan tersebut, Kamis (30/7/20)

Tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, sesuai permintaan negara tujuan Pejabat Karantina Pertanian Tarakan juga melakukan pengawasan perlakuan fumigasi terhadap kayu olahan tersebut.

Pejabat Karantina Pertanian Tarakan melakukan pemeriksaan terhadap kayu olahan yang siap dikirim ke Amerika Serikat.
Pejabat Karantina Pertanian Tarakan melakukan pemeriksaan terhadap kayu olahan yang siap dikirim ke Amerika Serikat. (HO)

Fumigasi dilakukan untuk menghilangkan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) atau serangga hidup yang mungkin terbawa. Fumigasi dilakukan mengunakan fumigan metil bromida (CH3Br)

"Kayu olahan yang diekspor ini telah melalui serangkaian tindakan karantina, sehingga dapat dipastikan aman dan bebas organisme pengganggu tumbuhan sesuai persyaratan teknis negara tujuan," ujar Kepala BKP Klas II Tarakan drh Akhmad Alfaraby.

Alfaraby juga menambahkan jika sampai saat ini, kayu olahan masih menjadi komoditas ekspor nonmigas unggulan di Kaltara, oleh karena itu Karantina Pertanian Tarakan siap memfasilitasi kegiatan ekspor tersebut.

"Terdapat 3 perusahaan kayu olahan yang rutin melakukan ekspor ke berbagai negara yakni PT. Inhutani Persero Satu, PT. Intraca wood Manufacturing dan PT. Idec Abadi Wood.

Sebagian besar negara tujuan ekspor kayu olahan tersebut yakni Amerika Serikat, Jepang, Malaysia dan India" Tutupnya. (*)

Penulis: Risnawati
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved