Breaking News:

Idul Adha

Masuk Masjid Agung Al Faruq Sangatta Kutai Timur, Semua Jamaah Lalui Pemeriksaan Suhu Tubuh

Meski di tengah pandemic, namun hikmatnya perayaan Idul Adha tahun ini tak berkurang sedikit pun. Antusias warga untuk datang ke masjid cukup tinggi

TRIBUNKALTIM.CO, MARGARET SARITA
Suasana Sholat Idul Adha di Masjid Agung Al Faruq Sangatta 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Meski di tengah pandemic, namun hikmatnya perayaan Idul Adha tahun ini tak berkurang sedikit pun. Antusias warga untuk datang ke masjid maupun lapangan cukup tinggi.

Memang, hampir seluruh masjid membatasi jumlah jamaahnya, namun tak sedikit di kawasan pemukiman dan kantor-kantor membuka tempat untuk melaksanakan sholat Idul Adha.

Beberapa di antaranya, di halaman Kantor Kecamatan Sangatta Utara dan Kantor Samsat Sangatta.

Semua tempat pelaksanaan sholat ied Adha tak hanya dijaga petugas keamanan, tapi juga dibuat satu jalur pintu masuk dan punya petugas yang siap melakukan pemeriksaan pada setiap jamaah yang akan masuk. Petugas dilengkapi thermometer gun, untuk mendeteksi suhu tubuh jamaah dan hand sanitizer.

Para jamaah diminta masuk satu per satu, menggunakan masker dan tetap menjaga jarak antara satu dan jamaah lainnya. Begitu juga shaf dalam sholat, tidak saling berdekatan, melainkan berselang seling.

Baca juga; Setelah Menyantap Kuliner Daging di Momen Idul Adha, Ini 7 Makanan yang Ampuh Turunkan Kolesterol

Baca juga; Hukum Shalat Jumat Setelah Shalat Idul Adha, Apakah Wajib Dilakukan? Ini Anjuran Ulama

Hal yang sama, juga diterapkan di Masjid Agung Al Faruq kawasan pemerintahan Bukit Pelangi. Setiap jamaah yang masuk, selain diperiksa suhu tubuhnya, diberi hand sanitizer, juga diberi kantong plastik hitam untuk membungkus sandal atau sepatu yang dikenakan.

Dalam sambutan Plt Bupati Kutai Timur yang dibacakan Sekda Irawansyah, pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan, rajin mencuci tangan dan menjalankan pola hidup sehat dalam suasana pandemic Covid -19 ini. “Tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan orang,” kata Irawansyah.

Ibadah kurban memiliki ketauhidan yang mendalam. Peristiwa nabi Ibrahim AS yang rela dan ikhlas mengurbankan anak terkasihnya, nabi Ismail AS, demi menaati perintah Allah SWT. “Peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak, bahwa ibadah kurban adalah ujian untuk keimanan dan ketaqwaan kita. Di sinilah ketaqwaan kita benar-benar diuji,” kata Irawansyah.(sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved